Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “ CADAR DALAM PERSPEKTIF ABS- SBK DI KOTA BUKITTINGGI” SUKMA YATI. NIM 1114.053. program Studi Hukum Keluarga Islam, IAIN ( Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi) 1440H/ 2019 M. Maksud dari judul ini adalah mencari tahu bagaimana cadar tersebut dilihat dari sudut pandang adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah yang ada di kota bukittinggi. Latar belakang dari cadar dalam perspektif ABS- SBK ini adalah bahwa kita sebagai orang Muslim dan Muslimah yang memiliki keragaman dalam berkeyakinan di Indonesia dan bermacam ragam kehidupan dalam bermazhab, begitu juga dengan ajaran – ajaran Islam yang ada di Indonesia. Apakah cara bermasyarakat, cara Beribadah, ataupun Adab berpakaian yang ada di Indonesia. Kita di Sumatera Barat yang terkenal dengan Adat kebiasaan Islami yang merupakan pondasi dalam berkehidupan dalam beradat yang memiliki pepatah Minangkabau Adat Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato Adat Mamakai juga bermacam ragam strukur dalam kehidupannya sehari-hari, salah satunya Adat berpakaian, yang mana di dalam Adat berpakaian di kehidupan sehari-hari juga berbeda-beda. Yang menjadi permasalahan bagi penulis adalah bagaimana Cadar dalam perspektif ABS-SBK dan juga bagaimana pandangan ‘alim ulama, Niniak Mamak, dan Masyarakat tentang Cadar di Kota Bukittinggi. Pada penelitian ini penulis menggunakan Metode Penelitian Lapangan / Field Research. Dimana pada Metode ini penulis mengumpulkan data- data yang ada di tengah- tengah Masyarakat Kota Bukittinggi dengan mengadakan wawancara langsung tentang masalah yang penulis teliti. Seperti wawancara secara langsung dengan beberapa Masyarakat, Alim Ulama dan Niniak Mamak di Kota Bukittinggi. Sumber Premier, merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat dari individu atau kelompok orang maupun hasil observasi dari suatu objek, kegiatan atau hasil pengujian ( benda). Sumber Sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh melalui media perantara atau secara tidak langsung yang berupa buku, catatan, bukti yang telah ada atau arsip baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan secara umum. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pandangan yang didapat tentang Cadar yaitu bagaimana pandangan Alim Ulama, Niniak Mamak, dan Masyarakat tentang Cadar dan wanita bercadar. Di dalam pandangan tersebut ada yang menyetujui seseorang memakai cadar dan ada juga yang tidak menyetujuinya. Dimana yang menyetujui cadar tersebut cadar dianggap bagus dan dapat menutupi seluruh auratnya, dan yang tidak menyetujui cadar tersebut beranggapan bahwa cadar dikatakan bid’ah dan tidak bisa menampakkan wajahnya sehingga tidak bisa berinteraksi dengan masyarakat lainnya.