Abstrak
Skripsi ini berjudul “Pelaksanaan Wirid Remaja Di Masjid Nurul Iman Rambahan Baru Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman”, disusun oleh ALMUNAWIR SALZALI, NIM : 2115,227, mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah IAIN Bukitttinggi. Penulisan skripsi ini beranjak dari melihat kurangnya minat remaja untuk mengikuti wirid remaja, kurangnya motivasi orang tua, pengontrolan dari sekolah dan kurangnya keikutsertaan guru dalam membina serta menghadiri wirid remaja di Masjid Nurul Iman Rambahan Baru Kecamatan Roa Selatan Kabupaten Pasaman. Untuk mendapatkan hasil dari permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini penulis melaksanakan penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif, yaitu suatu penelitian yang menggambarkan hal-hal yang diteliti sebagaimana adanya Untuk mendapatkan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi yaitu mengadakan pengamatan dan mencatat secara langsung pelaksanaan wirid remaja. Wawancara dilakukan pada pengurus masjid dan pembina wirid remaja yang berjumlah 4 orang, remaja yang berjumlah 2 orang, dan pemateri yang berjumlah 4 orang. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan menurut kategorinya masing-masing untuk memperoleh gambaran yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan, metode, materi dan kendala yang dihadapi dalam pembinaan akhlak remaja melalui wirid remaja di Masjid Nurul Iman Rambahan Baru Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman. Berdasarkan data dari penelitian ini dapat diketahui pelaksanaan wirid remaja yang dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Rambahan Baru Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman, mengarah kepada pembinaan akhlak remaja, remaja diberikan materi keagamaan setiap malam minggunya, namun orang tua tidak ada yang hadir dan guru pembina pun sedikit yang hadir padahal pengurus masjid telah mendatangkan ustad untuk memberikan pengajian yang bersifat memberikan pembinaan kepada remaja. Masyarakat berpedoman kewirid buku wirid remaja kota padang.sehingga memudahkan pemateri dalam menyajikan materi yang akan disampaikan, diantaranya materi keimanan, ibadah, akhlak dan tarikh (sejarah). Materi inilah yang diberikan oleh ustad wirid remaja. Adapun metode yang sedang berjalan sekarang adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan pemberian tugas, yang bertujuan untuk membangkitkan rasa keingintahuan mereka dalam bidang keagamaan. Kendala dalam pelaksanaan wirid remaja ini adalah kurangnya perhatian orang tua dalam mendampingi anaknya mengikuti wirid remaja, dan masih terdapat juga remaja yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam kegiatan wirid remaja ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk lebih meningkatkan kualitas pembinaan akhlak remaja saat ini, yaitu pengurus berusaha mendatangkan orang tua peserta wirid remaja tersebut, supaya mereka memiliki rasa tanggung jawab terhadap kegiatan ini. Para pemateri perlu menganalisa kembali materi yang akan diberikan supaya sesuai dengan kebutuhan remaja saat ini. Pemerintah hendaknya selalu mengkordinir kegiatan ini dengan Dinas Pendidikan dan Departemen Agama, agar seluruh masjid yang berada di Propinsi Sumatera Barat teratur menjalankannya