Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2019Versi 1

layanan bimbingan dan konseling bagi siswa berkebutuhan khusus di SMA negeri kota bukittinggi

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Bimbingan dan Konseling•5 dilihat · 3 unduhan

Abstrak

ABSTRAK RINI SUMARNI Nim. 2614.064. Judul Penelitian “LAYANAN BIMBINGAN dan KONSELING BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMA NEGERI KOTA BUKITTINGGI. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi..” SMA Negeri Kota Bukittinggi merupakan sekolah inklusi yang menggabungkkan antara siswa normal dengan siswa berkebutuhan khusus. Bimbingan bagi anak berkebutuhan khusus diberikan agar anak berkebutuhan khusus tersebut lebih mengenal dirinya sendiri, menerima keadaan dirinya , mengenali kelemahan dan kekuatanya, mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuanya. Penelitian ini dilakukan karena di SMA Negeri Kota Bukittinggi ditemukan bahwa tidak adanya layanan bimbingan dan konseling khusus untuk siswa berkebutuhan khusus. Sehingga peneliti tertarik untuk melihat seperti apa layanan bimbingan dan konseling yang akan diberikan oleh guru BK dari masing-masing sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan bersifat deskriptif kualitatif. Informan kunci 1 orang guru BK di SMAN 1 Bukittinggi, 2 orang guru BK di SMAN 2 Bukittinggi, dan 1 orang guru BK di SMAN 4 Bukittinggi. Data dikumpulkan melalui pedoman wawancara dan observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan analisa deskriptif kualitatif dan teknik menguji keabsahan data dengan triangulasi data. Hasil dari temuan peneliti mengenai Layanan Bimbingan dan Konseling bagi Siswa Berkebutuhan Khusus yaitu Terdapat 4 komponen rencana operasional bimbingan dan konseling yang ada di masing-masing SMA Negeri kota Bukittinggi yaitu: a) komponen layanan, b) metode dan teknik, c) media, dan d) hasil. Dari ke 4 komponen layanan tersebut didapatkan hasil bahwasanya tidak ada layanan khusus yang diberikan kepada siswa berkebutuhan khusus hanya saja, cara pemberian layanannya dibedakan dengan peserta didik lain (siswa normal). Cara guru BK melaksanakan layanan sangat berpengaruh terhadap kesiapan dan penerimaan siswa terhadap layanan yang diberikan. Guru BK harus memberikan sesuatu yang menarik agar siswa berkebutuhan khusus dapat fokus sehingga ia dapat menerima layanan yang diberikan sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru BK memiliki strategi tersendiri agar siswa berkebutuhan khusus mengerti dengan layanan yang diberikan, tergantung dengan jenis ketunaan yang dimiliki siswa. Kata kunci :ABSTRAK RINI SUMARNI Nim. 2614.064. Judul Penelitian “LAYANAN BIMBINGAN dan KONSELING BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMA NEGERI KOTA BUKITTINGGI. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi..” SMA Negeri Kota Bukittinggi merupakan sekolah inklusi yang menggabungkkan antara siswa normal dengan siswa berkebutuhan khusus. Bimbingan bagi anak berkebutuhan khusus diberikan agar anak berkebutuhan khusus tersebut lebih mengenal dirinya sendiri, menerima keadaan dirinya , mengenali kelemahan dan kekuatanya, mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuanya. Penelitian ini dilakukan karena di SMA Negeri Kota Bukittinggi ditemukan bahwa tidak adanya layanan bimbingan dan konseling khusus untuk siswa berkebutuhan khusus. Sehingga peneliti tertarik untuk melihat seperti apa layanan bimbingan dan konseling yang akan diberikan oleh guru BK dari masing-masing sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan bersifat deskriptif kualitatif. Informan kunci 1 orang guru BK di SMAN 1 Bukittinggi, 2 orang guru BK di SMAN 2 Bukittinggi, dan 1 orang guru BK di SMAN 4 Bukittinggi. Data dikumpulkan melalui pedoman wawancara dan observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan analisa deskriptif kualitatif dan teknik menguji keabsahan data dengan triangulasi data. Hasil dari temuan peneliti mengenai Layanan Bimbingan dan Konseling bagi Siswa Berkebutuhan Khusus yaitu Terdapat 4 komponen rencana operasional bimbingan dan konseling yang ada di masing-masing SMA Negeri kota Bukittinggi yaitu: a) komponen layanan, b) metode dan teknik, c) media, dan d) hasil. Dari ke 4 komponen layanan tersebut didapatkan hasil bahwasanya tidak ada layanan khusus yang diberikan kepada siswa berkebutuhan khusus hanya saja, cara pemberian layanannya dibedakan dengan peserta didik lain (siswa normal). Cara guru BK melaksanakan layanan sangat berpengaruh terhadap kesiapan dan penerimaan siswa terhadap layanan yang diberikan. Guru BK harus memberikan sesuatu yang menarik agar siswa berkebutuhan khusus dapat fokus sehingga ia dapat menerima layanan yang diberikan sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru BK memiliki strategi tersendiri agar siswa berkebutuhan khusus mengerti dengan layanan yang diberikan, tergantung dengan jenis ketunaan yang dimiliki siswa.

Kata kunci

Layanan Bimbingan dan Konseling, Anak Berkebutuhan Khusus.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1layanan bimbingan dan konseling bagi siswa berkebutuhan khusus di SMA negeri kota bukittinggi2019 · oai:ais:skripsi:4423

Publikasi terkait