Abstrak
Skripsi dengan judul “Upaya Guru BK Menumbuhkan Keterbukaan Diri Siswa Dalam Layanan Konseling Individual Di SMAN 1 Kecamatan Lareh Sago Halaban” ditulis oleh Nur Afifah Afiq NIM 2614.183. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 2019. Penelitian ini dilatar belakangi oleh keterbukaan diri siswa dalam layanan konseling individual di SMAN 1 Kecamatan Lareh Sago Halaban. Dalam layanan konseling individual terdapat beberapa orang siswa terlihat malu-malu dalam menceritakan masalahnya. Rumusan penelitian ini adalah bagaimana upaya guru BK menumbuhkan keterbukaan diri bagi siswa yang tidak terbuka dalam layanan konseling individual. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru BK menumbuhkan keterbukaan diri siswa dalam layanan konseling individual. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Yaitu bertujuan untuk menggambarkan suatu keadaan yang terjadi di lapangan. Adapun informan kunci dari penelitian ini adalah dua orang guru bimbingan dan konseling dan informan pendukung pada penelitian ini yaitu lima orang siswa yang tidak terbuka. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh diuji keabsahannya dengan triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam menumbuhkan keterbukaan diri bagi siswa yang tidak terbuka dalam layanan konseling individual adalah dengan menggunakan teknik-teknik yang ada dalam layanan konseling individual. Guru bimbingan dan konseling dalam proses konseling menerima kedatangan klien dengan terbuka dan membuat klien merasa nyaman. Dalam mengenali minat klien untuk mencerikan masalahnya guru bimbingan dan konseling melihat dari gerak-gerik klien. Dalam memahami permasalahan klien guru bimbingan dan konseling menanyakan terlebih dahulu permasalahan yang dirasakan oleh klien. Dalam konseling guru bimbingan dan konseling memberikan perhatian kepada klien, mendengarkan dengan teliti apa yang disampaikan oleh klien dan merespon setiap yang disampaikan klien. Guru bimbingan dan konseling dalam menggali perasaan, pikiran dan pengalaman klien dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan terbuka kepada klien yaitu dengan cara memancing klien untuk meneruskan pembicaraannya. Guru bimbingan dan konseling juga memberikan dorongan kepada klien agar klien terus bercerita. Dengan adanya dorongan yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling klien lebih bersemangat, dan terbuka dalam menceritakan masalahnya. Upaya yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling ini dapat untuk menumbuhkan keterbukaan diri siswa dalam mengungkapkan dirinya.