Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2019Versi 1

Analisis Multi Akad dalam Pembiayaan Renovasi Rumah di Bank Syariah Mandiri KC. Bukittinggi

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Perbankan Syariah•7 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Skripsi dengan judul “Analisis Multi Akad dalam Pembiayaan Renovasi Rumah di Bank Syariah Mandiri KC. Bukittinggi.” Disusun oleh Ismatul Chairiah Sari, NIM : 3315.001 pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Dengan semakin banyaknya Bank Syariah melaksanakan praktek multi akad pada pembiayaan secara umum, khususnya di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bukittinggi, yaitu salah satunya pada pembiayaan Renovasi Rumah yang menggunakan akad murabahah dan wakalah. Untuk itu penulis bertujuan menganalisis bagaimana penerapan multi akad pada pembiayaan renovasi rumah di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), dengan sumber data primer yang diambil dari lokasi penelitian yaitu Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bukittinggi, menggunakan metode wawancara dengan pihak bank yang menangani pembiayaan Renovasi Rumah, sedangkan untuk data sekunder penulis menggunakan dokumen yang berkaitan dengan pembiayaan renovasi rumah. Sedangkan teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data penelitian terkumpul selanjutnya akan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan: Pada pembiayaan Renovasi Rumah di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bukittinggi, multi akad yang digunakan adalah akad murabahah bil wakalah, jika dilihat dari landasan syariah tidak ada dalil yang melarang dalam menggabungkan akad murabahah dan wakalah, maka hukumnya boleh, namun pelaksanaan multi akad ini belum sesuai dengan Fatwa DSN-MUI dan Fiqh Muamalah, karena pelaksanaan akad murabahah dan wakalah dilakukan secara bersama dalam prakteknya, sebelum barang secara prinsip sah milik bank. Dan tidak ada pelaporan dari nasabah tentang pembelian barang yang dibutuhkan nasabah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) renovasi rumah setelah pencairan selesai, sehingga terdapat gharar dalam objek akad, karena tidak diketahui barang yang dibeli nasabah apakah sesuai atau tidak dengan yang disepakati karena tidak adanya pelaporan, sehingga pelaksanaan akad wakalah pada Pembiayaan Renovasi Rumah di Bank Syariah Mandiri perlu ditinjau kembali.

Kata kunci

Kata Kunci: Pembiayaan, Multi Akad, Murabahah, Wakalah

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Analisis Multi Akad dalam Pembiayaan Renovasi Rumah di Bank Syariah Mandiri KC. Bukittinggi2019 · oai:ais:skripsi:4229

Publikasi terkait