Abstrak
ABSTRAK Skripsi dengan judul FAKTOR KESULITAN DAN UPAYA GURU MENGATASI KESULITAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DALAM BELAJAR MATEMATIKA DI SMAN 2 BUKITTINGGI”. Ditulis oleh WIDIA LESTARI NIM 2414.013. Latar belakang penelitian ini bahwa SMAN 2 Bukittinggi adalah sekolah yang menyelenggarakan sekolah inklusi, di sekolah tersebut terdapat 3 orang ABK. Dalam pembelajaran terdapat beberapa hambatan sehingga ABK sulit memahami pelajaran, seperti dalam pembelajaran guru tidak membedakan perlakuan antara ABK dengan anak normal, metode pembelajaran disamakan, dan tidak terdapat guru pembimbing. Rumusan penelitian adalah apa saja yang menjadi faktor penyebab kesulitan ABK dalam belajar matematika dan bagaimana upaya guru mata pelajaran matematika mengatasi kesulitan belajar ABK. Tujuan penelitian adalah menganalisis apa saja faktor penyebab kesulitan ABK dalam belajar matematika dan untuk mengetahui bagaimana upaya guru mata pelajaran mengatasi kesulitan ABK belajar matematika. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskritif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh diuji keabsahannya dengan triagulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor kesulitan belajar matematika yang dimiliki ABK disebabkan oleh dua faktor, faktor internal yaitu aspek fisiologi yang dilihat dari keadaan fisik ABK, aspek psikologi yaitu intelegensi/tingkat kecerdasan ABK, minat belajar matematika ABK, motivasi belajar matematika ABK, dan sikap ABK terhadap mata pelajaran matematika. Faktor eksternal yaitu lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan ABK dalam belajar matematika ada beberapa langkah yaitu pengumpulan data, pengolahan data, diagnosis, prognosis, perlakuan, dan evaluasi. Guru berusaha menjelaskan dengan baik agar apa yang disampaikannya dipahami oleh ABK, untuk ABK tunanetra guru berusaha menjelaskan dengan jelas dan frekuensi lambat, untuk ABK tunarungu guru berusaha menjelaskan vokal yang jelas, untuk ABK autisme guru berusaha membuat situasi belajar yang tenang agar ABK bisa memperhatikan dengan baik dan tidak melakukan hal lain selain fokus untuk belajar matematika.