Abstrak
ABSTRAK Dewi Mona Lestari /2413.036 /2018: “Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas VIII SMP Swasta Banuhampu Tahun Pelajaran 2017/2018”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang ditemukan di kelas VIII SMP Swasta Banuhampu berdasarkan wawancara dan observasi yang telah dilakukan yaitu adanya perbedaan individual berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki setiap siswa. Permasalahan lain adalah pembelajaran yang dilakukan masih terpusat pada guru (konvensional). Selain itu, adanya siswa yang terlalu mendominasi dalam pembelajaran sehingga tidak meratanya kesempatan berbicara bagi siswa. Selain itu, hasil belajar matematika siswa juga masih rendah. Persentase siswa yang tidak mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 75 dalam hal ini dilihat dari ketuntasan ulangan harian I siswa kelas VIII SMP Swasta Banuhampu tahun pelajaran 2017/2018. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan penelitian dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah (SPBM) dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional kelas VIII SMP Swasta Banuhampu tahun pelajaran 2017/2018. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran matematika secara konvensional di kelas VIII SMP Swasta Tahun Pelajaran 2017/2018”. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Swasta Banuhampu tahun pelajaran 2017/2018. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas dan kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII2 sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh dari tes hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Dari hasil analisis data dengan menggunakan uji-t pada taraf nyata α = 0,05, diperoleh harga thitung > ttabel yaitu 1,88 > 1,68 dan dengan Software Minitab dengan P-value 0,05, yaitu 0,033 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran matematika secara konvensional di kelas VIII SMP Swasta Banuhampu Tahun Pelajaran 2017/2018.