Abstrak
Vicy Zalvista/2413120/2017: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Dengan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah Di Kelas VIII SMP N 3 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2017/2018 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran lebih terpusat kepada guru, rendahnya minat siswa untuk belajar matematika, aktivitas siswa kurang optimal dalam pembelajaran, kurang berkembangnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, serta hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 3 Bukittinggi tahun pelajaran 2017/2018 masih rendah karena masih banyak dibawah KKM.Salah satu upaya yang diduga dapat mengatasi masalah tersebut adalah dengan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM). Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional kelas VIII untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah apakah lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional kelas VIII SMP N 3 Bukittinggi tahun pelajaran 2017/2018. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “ kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran matematika secara konvensional di kelas VIII SMP N 3 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2017/2018”. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Bukittinggi tahun pelajaran 2017/2018. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas dan kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII 6 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII 5 sebagai kelas kontrol. Data kemampuan pemecahan masalah siswa diperoleh dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan analisis data hasil tes kemampuan pemecahan masalah dianalisis dengan menggunakan uji-t. dengan hasil thitung = 1,858 dan ttabel = 1,68. Karena thitung > ttabel berarti H0 ditolak pada taraf nyata α = 0.05, serta dengan menggunakan Software Minitab diperoleh Pvalue = 0,034 karena thitung > ttabel dan P-value α berarti H0 ditolak pada taraf nyata α = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa “kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM) lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di VIII SMP N 3 Bukittinggi tahun pelajaran 2017/2018”.