Abstrak
Nama AMILIA, NIM: 2113. 103, Judul Skripsi “Metode Pendidikan Ibadah dalam Novel Negeri Lima Menara Karya Ahmad Fuadi”. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (IAIN) Bukittinggi. Berdasarkan latar belakang penelitian bahwa novel merupakan salah satu media pendidikan yang dapat mengantarkan anak pada tujuan hidup yang hendak dicapai. Terutama novel yangislami dan mengandung nilai-nilai pendidikan, baik itu akidah, ibadah, dan akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pendidikan ibadah yang terdapat dalam Novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan adalah content analysis atau analisis isi. Objek penelitian adalah novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi. Novel ini terdiri dari yang terdiri dari 46 bab dan 423 halaman. Teknik pengunpulan data yang akan dianalisis dengan cara membaca berulang-ulang dan memahami novel Negeri Lima Menara. Teknik analisis data yang akan dilakukan adalahPertama, mengidentifikasi data dengan mencari metode pendidikan ibadah. Kedua, mengklasifikasikan metode pendidikan ibadah tersebut. Ketiga, melakukan analisis kebudayaan. Keempat, mengumpulkan data yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam novel Negeri Lima Menarabanyak mengandung berbagaimetode pendidikan. Diantaranya, Pertama, metode keteladanan, seperti yang tertulis didalam novel halaman 64: “Kalau mengikuti qanun yang dibacakan tadi malam, lonceng 4 kali di jam 5 artinya tanda semua aktifitas harus berhenti dan semua murid harus sudah ada di masjid dengan pakaian rapi dan bersarung.”Kedua, metode pembiasaan, seperti yang tertulis dalam novel halaman 94: “Kami sepakat, kaki menara ini tempat yang sangat cocok untuk berkumpul. Pertama dekat dengan mesjid, kapan pun lonceng shalat berbunyi, kami tinggal bejalan sedikit langsung sampai di mesjid.” Ketiga, metode hukuman, seperti yang tertulis didalam novel halaman 75: “Kalian kami angkat sebagai jasus. Mata-mata,” kata Tyson mengguntur. Tangannya cepat bergerak membagikan kepada setiap orang dua kertas berukuran dua kali KTP. Aku menerimanya dengan tangan gemetar dan basah.” dan Keempat,metode intimidasi, seperti yang tertulis didalam novel halaman 75: “Setiap orang harus menemukan dua orang pelanggar. Kalau kalian tidak menemukan dalam waktu 24 jam, maka kalian akan mendapat hukuman tambahan.Fahimta?Mengerti?”kata Tyson sambil mengedarkan pandangan.”Semua metode pendidikan yang penulis teliti ada dalam novel Negeri Lima Menara.