Abstrak
<p align="center"> <strong>ABSTRAK</strong></p> <p> <strong>Mia Audina</strong><strong>/ 2412.0</strong><strong>27</strong><strong>/ 201</strong><strong>7</strong><strong>: <em>Kemampuan Pem</em></strong><strong><em>ecahan Masalah Matematika Siswa Berdasarkan Gaya Belajar di </em></strong><strong><em>Kelas </em></strong><strong><em>VIII<sub>6</sub> MTsN 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2016/2017.</em></strong></p> <p> </p> <p style="text-align: justify;"> Kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII<sub>6 </sub> yang masih kurang perlu ditinjau lebih lanjut berdasarkan gaya belajar siswa. Hal ini dikarenakan gaya belajar dapat membantu siswa menjadi <em>problem solver </em>yang efektif. Agar diperoleh deskripsi kemampuan pemecahan masalah yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII<sub>6</sub> berdasarkan gaya belajar yang dimiliki siswa yaitu gaya belajar <em>visual, audiotorial dan kinestetik</em>. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII<sub>6</sub> MTsN 1 Bukittinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket gaya belajar dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Seluruh siswa kelas VIII<sub>6</sub> MTsN 1 Bukittnggi diidentifikasi tipe gaya belajarnya dengan menggunakan angket gaya belajar Bobbie hernacki.</p> <p style="text-align: justify;"> Sedangkan data mengenai kemampuan pemecahan dianalisis dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah hasil penelitian menunjukkan bahwa: Untuk ketiga gaya belajar yang dilihat, yaitu gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik, diperoleh bahwa siswa yang memiliki gaya belajar visual yang memiliki persentasei rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika paling tinggi daripada siswa yang memiliki gaya belajar audiotorial dan kinestetik. Adapun persentase rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika siawa yang memiliki gaya belajar visual sebesar 67,19%. Sedangkan persentase rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki gaya belajar auditorial sebesar 55,83 dan persentase rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik sebesar 54,11%. Dan rata-rata untuk kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII<sub>6</sub> adalah 59,09% dengan kategori cukup.</p> <p style="text-align: justify;"> Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki gaya belajar visual lebih tinggi dibandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki gaya belajar audiotorial dan kinestetik. Dan untuk kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII<sub>6 </sub>MTsn 1 Bukittinggi berdasarkan gaya belajar adalah berkategori cukup.</p> <p> </p>