Abstrak
<p align="center"> <strong>ABSTRAK</strong></p> <p> Skripsi ini ditulis oleh <strong>M. IQBAL, NIM. 1211.005</strong> yang berjudul <strong>“PELAKSANAAN ZAKAT PERTANIAN (PADI) KENAGARIAN CANDUANG DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM”</strong> Maksud dari penulisan ini adalah untuk melihat bagaimana pelaksanaan zakat pertanian (padi) di Jorong III kampuang dan pandangan hukum Islam.</p> <p> Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya kegiatan pengeluaran zakat padi di Jorong ini, yang berbeda dengan jika dibandingkan dengan ketentuan hukum Islam. Di Jorong ini, nisab zakat telah ditentukan yakni 40-50 karung padi. Jika padi tidak sampai 40-50 maka masyarakat mengumpulkannya. Dan masyarakat mengeluarkannya zakatnya kurang dari 10%, dan penyaluran zakat diberikan kepada pengurus Masjid. Hal ini sangat berbeda dengan ketentuan yang ada dalam hukum Islam. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan zakat pertanian padi di Jorong III Kampuang dan pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaannya.</p> <p> Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (<em>field research</em>) dengan pengumpulan data dengan teknik wawancara, wawancara dalam hal ini penulis lakukan pada pihak masyarakat yang mengeluarkan zakat padi, orang yang dianggap mengetahui, dan orang yang menerima zakat. Data dalam penelitian adalah data kualitatif yang akan dianalisa dengan analisa induktif dan deduktif. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan pedoman penulisan skripsi IAIN Bukittinggi, terbitan tahun 2015, dan buku pedoman.</p> <p> Berdasarkan proses analisis mengenai penelitian penulis lakukan di Jorong III Kampuang dapat diajukan kesimpulan bahwa zakat padi yang dilakukan masyarakat Jorong III Kampuang merupakan tata cara yang pelaksanaan zakat yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum Islam, yang mana dalam 40-50 karung padi itu setara dengan 1.600 kg dan sudah melebihi nisab dalam hukum Islam yang mana 5 wasaq itu 1350 kg, dan jika perairan padi tersebut tidak membutuhkan biaya maka zakatnya 10%. Dalam nisab zakat padi masyarakat mengetahui yang dikeluarkan adalah 10% dari hasil panen, tetapi masyarakat Jorong III Kampuang dalam mengeluarkan zakat padinya kurang dari 10% masyarakat mengeluarkan zakat padi hanya 2 karung padi, dan jika dilihat zakat yang dikeluarkan kurang dari 10%. Dan dalam panyalurannya pun masyarakat memberikannya jika dilihat sangatlah tidak sesuai dengan ketentuan hukum Islam, masyarakat lebih sering memberikan zakat padinya kepada pengurus Masjid. Selain itu, masyarakat melakukan hal tersebut secara berulang-ulang, sehingga masih menjadi kebiasaan sampai sekarang.</p> <p align="center"> <strong>ABSTRAK</strong></p> <p> Skripsi ini ditulis oleh <strong>M. IQBAL, NIM. 1211.005</strong> yang berjudul <strong>“PELAKSANAAN ZAKAT PERTANIAN (PADI) KENAGARIAN CANDUANG DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM”</strong> Maksud dari penulisan ini adalah untuk melihat bagaimana pelaksanaan zakat pertanian (padi) di Jorong III kampuang dan pandangan hukum Islam.</p> <p> Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya kegiatan pengeluaran zakat padi di Jorong ini, yang berbeda dengan jika dibandingkan dengan ketentuan hukum Islam. Di Jorong ini, nisab zakat telah ditentukan yakni 40-50 karung padi. Jika padi tidak sampai 40-50 maka masyarakat mengumpulkannya. Dan masyarakat mengeluarkannya zakatnya kurang dari 10%, dan penyaluran zakat diberikan kepada pengurus Masjid. Hal ini sangat berbeda dengan ketentuan yang ada dalam hukum Islam. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan zakat pertanian padi di Jorong III Kampuang dan pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaannya.</p> <p> Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (<em>field research</em>) dengan pengumpulan data dengan teknik wawancara, wawancara dalam hal ini penulis lakukan pada pihak masyarakat yang mengeluarkan zakat padi, orang yang dianggap mengetahui, dan orang yang menerima zakat. Data dalam penelitian adalah data kualitatif yang akan dianalisa dengan analisa induktif dan deduktif. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan pedoman penulisan skripsi IAIN Bukittinggi, terbitan tahun 2015, dan buku pedoman.</p> <p> Berdasarkan proses analisis mengenai penelitian penulis lakukan di Jorong III Kampuang dapat diajukan kesimpulan bahwa zakat padi yang dilakukan masyarakat Jorong III Kampuang merupakan tata cara yang pelaksanaan zakat yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum Islam, yang mana dalam 40-50 karung padi itu setara dengan 1.600 kg dan sudah melebihi nisab dalam hukum Islam yang mana 5 wasaq itu 1350 kg, dan jika perairan padi tersebut tidak membutuhkan biaya maka zakatnya 10%. Dalam nisab zakat padi masyarakat mengetahui yang dikeluarkan adalah 10% dari hasil panen, tetapi masyarakat Jorong III Kampuang dalam mengeluarkan zakat padinya kurang dari 10% masyarakat mengeluarkan zakat padi hanya 2 karung padi, dan jika dilihat zakat yang dikeluarkan kurang dari 10%. Dan dalam panyalurannya pun masyarakat memberikannya jika dilihat sangatlah tidak sesuai dengan ketentuan hukum Islam, masyarakat lebih sering memberikan zakat padinya kepada pengurus Masjid. Selain itu, masyarakat melakukan hal tersebut secara berulang-ulang, sehingga masih menjadi kebiasaan sampai sekarang.</p>