Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Research
ResearchOpen AccessTerbit 2026Versi 1

KEABSAHAN PEMIKIRAN HADIS KONTEMPORER

Hasil Penelitian dan Pengabdian•Penelitian Mandiri 2023/2024 Ganjil•9 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

<p> Ada beberapa tujuan yanhg ingin diperoleh dengan pemikiran kontemporer terhadap hadis-hadis Nabi&nbsp; yang muncul empat abad yang lalu, diantaranya:</p> <ol> <li> Agar hadis-hadis yang tersimpan dalam kitab-kitab &nbsp;hadis mudah&nbsp; diaplikasikan di masa sekarang. Sebab sebagian pesan dalam hadis-hadis itu terkadang sudah tidak sesuai lagi dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang berkembang pada saat ini. Belum lagi informasi yang termuat dalam hadis masih dipertanyakan autentisitas dari pembawa berita (sanad) serta materi berita yang disampaikannya.&nbsp; Hal ini disebabkan Para ulama sering tidak memperhatikan apakah hadis itu sesuai dengan kondisi pada saat hadis tersebut disampaikan atau apakah hadis&nbsp; lebih dekat dengan suasana fikih yang dibangun oleh para ulama fikih zaman klasik. Mereka tidak memperhatikan hal-hal ini dan lebih memperhatikan kritik terhadap sanad hadis daripada memptreteli pesan yang yang tersimpan dalam matan hadis. Maka sudah saatnya ulama kontemporer mengkritisi matan hadis meski hadis tersebut telah dianggap sahih oleh ulama salaf dengan alasan bahwa jika para ulama mau meneliti matan secara seksama dengan menggunakan beberapa prinsip pemikir hadis kontemporer, maka akan tampak kepalsuan pada hadis-hadis tersebut.</li> <li> Untuk menjawab problem-problem kekinian dalam perspektif hadis yang mana para ulama kontemporer menemukan suatu pemasalahan dalam memahami/mensyarah hadis dengan metode klasik, sehingga untuk bisa menjawab problem tersebut diperlukan metode pemahaman/syarah hadis kontemporer dengan menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai dengan konteks hadis yang dikaji. Untuk menjawab problem-problem kekinian diperlukan beberapa pendekatan, yakni pendekatan historis, sosiologis, antropologis dan <em>science</em> atau ilmu pengetahuan alam. Karena begitu pentingnya pemahaman teks secara mendalam dengan mengungkap berbagai realita di masyarakat maka dibutuhkan pemahaman hadis itu secara kontemporer..</li> </ol> <p style="margin-left:14.2pt;"> &nbsp;</p> <ol> <li value="3"> Untuk memenuhi Kebutuhan akan sebuah pemikiran/metode/pemahaman hadis yang bersifat kontemporer yang mutlak dilakukan mengingat situasi dan kondisi dunia modern telah jauh berubah dengan berbagai metode pendekatan dalam rangka memahami ajaran hadis agar hikmah, hakikat atau inti dari ajaran hadis benar-benar dapat dimengerti, dipahami dan dapat diaplikasikan pada masa sekarang ini.</li> </ol> <p style="margin-left:14.2pt;"> &nbsp;</p> <ol> <li value="4"> Untuk merealisasikan dan mengaplikasikan&nbsp; hadis&nbsp; dalam&nbsp; ajaran&nbsp; Islam pada konteks zaman moderen yang <em>&ldquo;sholeh likulli zamanin wa makanin&rdquo;</em> agar otoritas Sunnah Nabi selalu dipahami secara dinamis dan hidup dengan memilih&nbsp; metode pemahaman hadis yang terbaik selama tidak keluar dari&nbsp; kaidah&nbsp; yang&nbsp; mu`tabarah dalam memahami hadis Nabi saw. dengan&nbsp; pemahaman&nbsp; yang&nbsp; berputar&nbsp; antara&nbsp; tekstual&nbsp; dan&nbsp; kontekstual&nbsp; yang berformulasi&nbsp;&nbsp; pada&nbsp; penggunaan rasio&nbsp; secara&nbsp; terbatas. Perlunya&nbsp; rasio&nbsp; dalam pemahaman&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; hadis&nbsp; dalam&nbsp; kontek&nbsp;&nbsp; pemikiran&nbsp;&nbsp; hadis&nbsp; kontemporer disebabkan&nbsp;&nbsp; karena perubahan&nbsp;&nbsp;&nbsp; kondisi sosio-historis,&nbsp; mobilitas&nbsp; sosial,&nbsp; dan&nbsp; kemajuan&nbsp; zaman.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1" title="">[1]</a></li> </ol> <p style="margin-left:14.2pt;"> &nbsp;</p> <ol> <li value="5"> Tujuan untuk pengembangan Kaidah-kaidah Hadis yang telah dibangun para ulama (khususnya para muhaddisin), tercakup dalam dua aspek yakni kaidah yang bersentuhan dengan sanad dan matan serta pengembangan ilmu-ilmu Hadis, sebagai pedoman untuk memahami keorisinalan Hadis bahkan (kalau perlu) direnovasi yang sudah ada sesuai dengan pemikiran modern untuk kepentingan saat ini dan masa depan. Di sini bukan mererhab dan, metrenovasi teks matan hadis, karena hal ini mengibatkan lahirnya keculigaa terjadinya pemalsuan hadis. Merenovasi bermaksud memperbaharui pemahaman terkaha makna hadis.</li> </ol> <p style="margin-left:14.2pt;"> &nbsp;</p> <ol> <li value="6"> Untuk penataan kembali metodologi pengkajian pemahaman hadis yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa merobah esensi hadis itu sendiri, meskipun metodologi tersebut diwarisi dari sarjana-sarjana barat.</li> </ol> <p style="margin-left:14.2pt;"> &nbsp;</p> <ol> <li value="7"> Untuk meneliti, mensoroti dan cek in ricek kembali pemahaman hadis sebagai alat bukti keotentikan dan keorisinilan hadis yang bertujuan untuk membangun kaidah-kaidah pemahaman hadis yang sesuai dan memiliki kerelevansian dengan perkembangan situasi dan pemikiran umat saat ini, dimana posisi hadis harus tetap dijadikan pedoman di samping Alqur&rsquo;an.</li> </ol> <p style="margin-left:14.2pt;"> &nbsp;</p> <ol> <li value="8"> Untuk penataan kembali metodologi pengkajian pemahaman hadis yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa merobah esensi hadis itu sendiri, meskipun metodologi tersebut diwarisi dari sarjana-sarjana barat.</li> </ol> <div> &nbsp;</div> <p> &nbsp;</p>

Kata kunci

KEABSAHAN, PEMIKIRAN HADIS, KONTEMPORER

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1KEABSAHAN PEMIKIRAN HADIS KONTEMPORER2026 · oai:ais:penelitian-pengabdian:2110