Abstrak
Model konseling psikoanalisis klasik merupakan model konseling pertama yang diambil dari pandangan Sigmund Freud. Konselor perlu memahami asumsi dasar dalam psikoanalisis klasik sehingga memudahkan dalam proses konseling. Individu memiliki tingkah laku yang tidak selalu suai, ada kalanya terdapat tingkah laku salah suai pada diri individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan psikoanalisis klasik terhadap perilaku fiksasi konseli. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode pre-eksperimen one group pre-test post-test. Subjek dalam penelitian ini adalah salah satu individu yang berada di Bukittinggi yang mengalami tingkah laku salah suai fiksasi. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon Rank Test. Instrumen yang digunakan berupa angket. Hasil dari penelitian dilihat dari pelaksanaan pre-test dan post test adanyapeningkatan yang signifikan dari rata-rata62% menjadi 91%. Analisis uji Wilcoxon Rank Test menunjukkan nilai 0,00 lebihrendah dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa penerapan konseling psikoanalisis klasik dapat mengurangi perilaku salah suai fiksasi konseli.