Presentasi Diri Gay dalam Perspektif Dramaturgi di Kota Pekanbaru
Skripsi yang berjudul “Presentasi Diri Gay di Kota Pekanbaru” ini disusun oleh Windya Revani dengan NIM 4322041 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini membahas tentang bagaimana kaum gay di Kota Pekanbaru menyembunyikan dan menampilkan identitas dirinya di tengah masyarakat yang berbudaya Melayu dan mayoritas beragama Islam. Karena orientasi seksual mereka tidak diterima oleh masyarakat, kaum gay sering kali berpura-pura menjadi laki-laki normal agar tidak mendapat penolakan atau diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dua sisi kehidupan mereka, panggung depan dan panggung belakang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu menggambarkan dan mendeskripsikan data yang diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Peneliti mewawancarai dua orang gay yang berprofesi sebagai influencer atau publik figur di Kota Pekanbaru sebagai informan utama, serta satu teman dekatnya sebagai informan pendukung untuk memperkuat data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di depan masyarakat, kedua informan berusaha tampil selayaknya laki-laki normal dengan cara berbicara sopan, berpakaian rapi sesuai adat Melayu, serta menjalankan ibadah seperti salat, puasa, dan zakat agar terlihat sebagai muslim yang taat. Meski begitu, salah satu informan kadang masih terlihat gerak-geriknya yang kurang meyakinkan sebagai laki-laki normal. Sementara itu, saat bersama teman dekat dan sesama komunitas gay, mereka menunjukkan diri apa adanya tanpa perlu berpura-pura lagi. Menariknya, di lingkungan keluarga, kedua informan memiliki pengalaman berbeda salah satunya sudah diketahui dan diterima keluargany sehingga bisa menjadi diri sendiri di rumah, sedangkan yang satu lagi harus tetap menyembunyikan identitasnya karena keluarganya belum mengetahui hal tersebut. Kesimpulannya, semakin besar penolakan yang dirasakan oleh seorang gay dari lingkungannya, semakin besar pula usaha mereka untuk menutupi identitas aslinya di depan orang lain.