2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “Widia Astuti , Nim 2615.133 skripsi ini berjudul “Efektifitas Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Teknik Bercerita untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di SMPN 1 Panti”. Program studi Bimbingan dan Konseling, fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi, 2020”. Kepercayaan diri merupakan faktor penting penentu kesuksesan dalam kehidupan. Kepercayaan diri ialah kunci menuju kehidupan yang berhasil dan bahagia. Tingkat kepercayaan diri yang baik memudahkan pengambilan keputusan dan melancarkan jalan untuk mendapatkan teman, membangun hubungan serta membantu mempertahankan kesuksesan dalam hal apapun. Dari hasil pengamatan di SMP Negeri 1 Panti terdapat indikasi adanya masalah terkait dengan kepercayaan diri siswa diantaranya siswa ragu-ragu dalam mengutarakan pendapat, siswa ragu-ragu jika bertanya kepada guru, siswa ragu-ragu untuk tampil ke depan kelas, siswa ragu-ragu dalam menjawab pertanyaan dari guru, siswa tidak mau bertanya kepada guru tentang materi yang dianggap sulit. Kepercayaan diri siswa dalam hal ini dapat ditingkatkan lagi dengan layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik bercerita. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keefektifan layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik bercerita untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMP Negeri 1 Panti Penelitian ini tergolong penelitian eksperimen model One Group Pretest Posttest Design. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VII berjumlah 121 orang. Adapun sampel penelitian ini yaitu 15 orang siswa yang terindikasi memiliki masalah kepercayaan diri. Sampel penelitian dipilih menggunakan Teknik Non Random Sampling, yaitu purposif sampling. Layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik bercerita untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dilaksanakan sebanyak 5 kali pertemuan. Data tentang kepercayaan diri siswa dikumpulkan melalui Pretest dan Posttest, kemudian dianalisa dengan menggunakan t-test paired samples dengan bantuan SPSS 16.00. Hasil pretest menunjukkan nilai meannya 116 dan mediannya 119 sedangkan hasil posttest nilai meannya 148 dan mediannya 146. Berdasarkan hasil uji paired samples menunjukkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai α yaitu 0,05 yang artinya Ha diterima. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kepercayaan diri siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik bercerita. Sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik bercerita efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.
2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Widia Astuti, 2514.064, Hubungan Kelengkapan Sumber Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Simulasi Digital di SMKN 1 Ampek Angkek, Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi, 2018. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyak siswa yang mendapat hasil belajar di bawah KKM, dan kelengkapan sumber belajar dalam proses pembelajaran belum dilakukan secara optimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan kelengkapan sumber belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran simulasi digital di SMA N 1 Ampek Angkek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan sumber belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran simulasi digital di SMKN 1 Ampek Angkek. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kuantitatif yang bersifat korelasi yang menghubungkan antara dua variabel, dengan menyusun instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data dalam bentuk angket atau kuesioner (pertanyaan). Data dan informasi tersebut diperoleh melalui penelitian lapangan (Field Research). Uji coba instrumen meliputi uji validitas, banyak item soal masing-masing variabel adalah 50 item soal. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Mata Pelajaran Simulasi Digital SMK N 1 Ampek Angkek, jumlah populasi sebesar 105 siswa dan jumlah sampel sebesar 25 siswa dengan teknik Random Sampling. Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, skor data tentang kelengkapan sumber belajar termasuk dalam kategori sedang yang persentasenya adalah 68%. Kedua, hasil belajar siswa dalam kategori cukup tuntas dengan persentasenya 72%. Ketiga, terdapat hubungan yang sedang atau cukup antara variabel kelengkapan sumber belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran simulasi digital di SMKN 1 Ampek Angkek. Hal ini ditunjukkan dari harga r hitung 0,50 lebih besar dari harga r tabel yaitu 0,304, d= (25-2)=23 . Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan sumber belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran simulasi digital di SMKN 1 Ampek Angkek. Key word : Hubungan, Kelengkapan Sumber Belajar, hasil belajar,.
2016 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
<p align="center">
<strong>ABSTRAK</strong></p>
<p>
</p>
<p>
<strong>Widia</strong><strong> Astuti</strong><strong>/2411</strong><strong>.017</strong><strong>/2016</strong><strong>: “P</strong><strong>emahaman Konsep Matematis Siswa Melalui Model <em>Quantum Teaching</em> Di Kelas</strong><strong> VIII</strong><strong> MTsN</strong><strong> Kamang</strong><strong> Tahun</strong><strong> Pelajaran 2015/2016</strong><strong>”.</strong></p>
<p>
</p>
<p>
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa terhadap masalah yang diberikan dalam pembelajaran matematika, hal ini terlihat dari rata-rata hasil kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII MTsN Kamang pada Ulangan Harian II berada dibawah nilai (<img height="19" src="file:///C:\Users\PC9\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.gif" width="41" /><em>. </em>Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional, dimana proses pembelajaran didominasi oleh guru. Akibatnya siswa cenderung pasif dan malu untuk bertanya serta banyak siswa yang tidak memahami konsep matematis. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model <em>Quantum Teaching</em> lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada pelajaran matematika kelas VIII MTsN Kamang tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model <em>Quantum Teaching</em> lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada pelajaran matematika kelas VIII MTsN Kamang tahun pelajaran 2015/2016. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model <em>Quantum Teaching</em> lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada pembelajaran matematika kelas VIII MTsN Kamang Tahun Pelajaran 2015/2016”.</p>
<p>
Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian <em>The Static Group Comparison</em><em> Design</em><em>. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN Kamang. Pengambilan kelas sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas dan kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII<sub>3 </sub>sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII<sub>2 </sub>sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa (tes akhir). Analisis data tes kemampuan pemahaman konsep menggunakan uji-t.</p>
<p>
Dari hasil analisis tes akhir dengan menggunakan uji-t, dengan hasil <img height="21" src="file:///C:\Users\PC9\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image004.gif" width="48" />= 2,11 dan<img height="19" src="file:///C:\Users\PC9\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image006.gif" width="95" />. Diperoleh t<sub>hitung</sub> > t<sub>tabel</sub> berarti H<sub>0</sub> ditolak pada taraf nyata <img height="19" src="file:///C:\Users\PC9\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image008.gif" width="68" />, serta dengan menggunakan <em>Software </em><em>Minitab </em>diperoleh <img height="19" src="file:///C:\Users\PC9\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image010.gif" width="107" /> yang artinya <img height="19" src="file:///C:\Users\PC9\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image012.gif" width="71" /> dengan <img height="19" src="file:///C:\Users\PC9\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image008.gif" width="68" />. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tolak H<sub>0 </sub>dan terima H<sub>1</sub> bahwa pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model <em>Quantum Teaching </em>lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada pelajaran matematika kelas VIII MTsN Kamang tahun pelajaran 2015/2016.</p>