Profil penulis
SURADI
19 karya publik ditemukan.
Permainan anak-anak daerah Maluku
Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Bugis
Cultural values in Buginese folktales from Pinrang, biographies of two Indonesian nationalist from Mandalle Pangkep and Pinrang, and inheritance and succession according to Buginese adat law in Kabupaten Bone.
Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Mandar di Kabupaten Majene
Cultural values in Mandar folktales from Majene, history of Indonesian freedom-fighter troops in Sulawesi Selatan Province, and biographies of two Indonesian nationalists from Gowa and Tana Toraja.
Nilai-nilai luhur budaya spiritual bangsa dalam ungkapan Bahasa Jawa dan Batak
Cultural values of Indonesia and spiritual movement (kepatinan) in the sayings of Javanese and Batak languages.
Perkhidmatan bimbingan dan kaunseling
Pengembangan sumber daya manusia
Perubahan sosial budaya
Membangun daerah menuju Indonesia bangkit
Development of local government in Indonesia.
Sejarah pemikiran pendidikan dan kebudayaan
Pelayanan sosial terhadap korban bencana alam
Hasil penelitian organisasi kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Daerah Istimewa Yogyakarta
Hasil penelitian organisasi kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Propinsi Sulawesi Utara II.
Laporan hasil penelitian jaminan hukum terhadap kebijakan perhutanan sosial sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan di pantai Utara Jawa Tengah
Dapur dan alat-alat memasak tradisional daerah Nusa Tenggara Timur
Otonomi daerah dan paradigma baru
POLA INTERAKSI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 AMPEK ANGKEK AGAM
<p align="center"> <strong>ABSTRAK</strong></p> <p> </p> <p style="margin-left:17.85pt;"> Nama : Suradi, Nim : 2112.104, Judul skripsi : <strong>“Pola Interaksi</strong><strong> dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SM</strong><strong>PN 1 </strong><strong>Ampek Angkek Kabupaten </strong><strong>Agam”. </strong> Jurusan : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi.</p> <p style="margin-left:14.2pt;"> Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik atau yang biasa disebut dengan guru dan peserta didik atau siswa dalam mencapai tujuan pendidikan yang berlangsung dalam lingkungan tertentu. Interaksi ini disebut interaksi pendidikan, yaitu saling mempengaruhi antara guru dengan siswa. Dalam saling mempengaruhi ini peranan guru lebih besar, karena kedudukannya sebagai orang yang lebih dewasa, lebih berpengalaman, lebih banyak menguasai nilai-nilai, pengetahuan dan keterampilan. Oleh karena itu guru mesti harus memahami bagaimana pola interaksi yang baik dalam proses pembelajaran agar tujuan dari pendidikan itu dapat tercapai. Adapun yang menjadi fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pola interaksi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 1 Ampek Angkek. </p> <p style="margin-left:17.85pt;"> Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi guru PAI dalam mengajar Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Ampek Angkek.</p> <p style="margin-left:17.85pt;"> Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, penelitian deskriptif kualitatif menurut Sugiono adalah cara mengolah data yang dirumuskan dalam bentuk kalimat dan tidak berbentuk angka, langkah pengolahan data kualitatif yaitu apa yang dikatakan responden kemudian disusun menjadi kalimat yang bermakna dan diambil kesimpulan. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi dan wawancara. Observasi berarti mengamati secara langsung objek yang akan diteliti. Sedangkan wawancara berarti mengemukakan informasi secara langsung anatara dua orang atau lebih.</p> <p style="margin-left:17.85pt;"> Dari hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan bahwa pola interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam lebih cenderung memakai pola interaksi satu arah (<em>teacher center)</em>, yaitu hanya guru yang aktif menerangkan pelajaran di depan kelas dengan metode ceramah sedangkan siswa hanya menerima saja apa yang disampaikan oleh guru, pola interaksi seperti ini membuat siswa merasa bosan sehingga banyak diantara siswa yang melakukan kesibukan lain yang tidak berhubungan dengan materi yang disampaikan oleh guru. Seperti bercerita dengan teman sebangku, mengganggu teman yang sedang serius memperhatikan guru menerangkan, bahkan ada yang tidur. Hal ini tentu sangat mengganggu bagi siswa yang lain dan guru yang sedang mengajar.</p>