Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

87 hasil
Subjek: Javanese
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pola Integrasi Sosial Masyarakat Jawa dengan Masyarakat Minang dalam Tradisi Perkawinan di Jorong Sidomulyo Kenagarian Tebing Tinggi Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Pola Integrasi Sosial Masyarakat Jawa Dengan Masyarakat Minang Dalam Tradisi Perkawinan Di Jorong Sidomulyo Kenagarian Tebing Tinggi Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya” yang disusun oleh Hafizaitul Husni Nim. 4621025, Pada program studi studi Sosiologi Agama (SA), Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penelitian ini dilatar belakangi oleh keberagaman budaya masyarakat di Jorong Sidomulyo Kenagarian Tebing Tinggi Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya yang dihuni oleh masyarakat Jawa dan Minangkabau. Perbedaan sistem budaya, adat istiadat, serta tradisi perkawinan antara kedua etnis tersebut menciptakan dinamika sosial yang menarik dalam kehidupan masyarakat. Perkawinan antar etnis menjadi salah satu sarana terjadinya integrasi sosial melalui proses akulturasi dan penyesuaian budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola integrasi sosial masyarakat Jawa dengan masyarakat Minang dalam tradisi perkawinan serta faktor-faktor yang mempengaruhi integrasi sosial tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kulaitatif yang menekankan pada aspek kedalaman informasi yang diperoleh melalui wawancara dan didukung oleh metode observasi lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui pertama, melalui observasi melihat bagaimana integrasi sosial masyarakat jawa dengan masyarakat minang dalam tradisi perkawinan. Kedua, wawancara dimana peneliti mewawancarai beberapa pihak yang bersangkutan, informan pendukung yaitu, Jumain sebagai Kepala Jorong Sidomulyo dan anggota masyarkat Jawa dengan masyarkat Minang dalam tradisi perkawinan. Ketiga, dokumentasi dimana peneliti memegang data untuk variabel yang sudah ditentukan, dokumentasi merupakan pelengkap data penelitian dari observasi dan wawancara. Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan informan sebagai berikut: Jumain selaku Kepala Jorong Sidomulyo, Jumain selaku Kepala Jorong dan masyarakat setempat, dan anggota masyarkat Jawa dengan masyarkat Minang dalam Tradisi Perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola integrasi sosial yang terjadi meliputi akulturasi budaya dalam prosesi perkawinan, asimilasi dalam struktur kekerabatan, pembentukan identitas sosial baru, integrasi fungsional, dan integrasi koersif. Faktor-faktor yang mempengaruhi integrasi sosial meliputi kesamaan nilai dan norma, interaksi sosial, adaptasi dan perubahan, kohesi sosial, serta sistem nilai yang terintegrasi sehingga tercipta hubungan masyarakat yang harmonis dan toleran

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Manusia Jawa Mencari Kebeningan Hati

2018•Koleksi Perpustakaan

SUNGGUH sebuah kasunyatan yang tak terbantahkan, tragis sekaligus memilukan. Bahwa ketika Indonesia (termasuk tanah Jawa) telah menangi rejaning jaman (mengalami zaman dan kehidupan yang lebih baik), banyak orang justru tengah berada dalam kebingungan dan kegelapan. Nuraninya tertutup awan hitam, sehingga matahari, bulan, maupun bintang gemintang tak mampu memberikan penerangan dan pencerahan sama sekali. Akibatnya, langkah maupun perjalanan hidupnya senantiasa mengalami sasar-susur (kesasar atau tersesat), terus-menerus menyimpang dari angger-angger (aturan-aturan) dan wewaler (melanggar larangan). Tak henti-hentinya melanggar tata susila, menerjang norma-norma kemanusiaan, melecehkan hak asasi, dan tega menumbuhkembangkan angkara murka merajalela di mana-mana. Hidup dengan senantiasa mengandalkan beningnya hati, sungguh bukan mudah. Karena terbukti di mana-mana banyak terjadi benturan dan malapetaka karena ulah manusia sendiri. Artinya, ketika jutaan orang benar-benar berusaha memayu hayuning bawana (berbuat baik dengan memelihara kelestarian dan keindahan bumi seisinya) serta mewujudkan kehidupan yang tata tentrem kerta raharja (makmur, tertata, tenteram, aman, selamat, dan sejahtera), yang lain juga sibuk mengembangkan diri menjadi virus-bakteri demi meraih kepentingannya sendiri, demi memuaskan nafsu angkara murka yang telah tumbuh di seluruh pori-pori. Semoga tulisan-tulisan dalam buku ini bermanfaat serupa lilin kecil dalam kegelapan di malam hari ketika listrik di seluruh kota dan kampung halaman kita mati.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail