2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menunjukkan hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku memilih bank syariah dengan dimoderasi religiusitas. Penelitian dilakukan terhadap 117 orang masyarakat yang menjadi nasabah pada bank syariah pada empat kecamatan yang terdapat di wilayah Kabupaten Agam yang memiliki jaringan kantor bank syariah yaitu Kecamatan Lubuk Basung, Kecamatan Baso, Kecamatan Ampek Angkek Canduang dan Kecamatan Banuhampu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku memilih bank syariah dengan nilai P=0.01, (2) sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku memilih bank syariah dengan nilai P0.01, (3) religiusitas tidak memoderasi hubungan antara pengetahuan dan perilaku memilih bank syariah dengan nilai P=0.46 hal ini menunjukkan bahwa religiusitas bukan sebagai moderator hubungan antara sikap dan perilaku memilih bank syariah. (4) Sedangkan efek moderasi religiusitas terhadap hubungan antara sikap dan perilaku memilih bank syariah adalah signifikan dengan nilai P=0.03 dan hal ini menunjukkan bahwa religiusitas mampu memoderasi hubungan antara sikap dan perilaku memilih bank syariah.
2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sri Handayani (2414.078) : “Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa dengan Penerapan Strategi Problem Based Learning di Kelas VII SMP N I IV Koto Tahun Pelajaran 2018/2019” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang ditemukan di kelas VII SMP N 1 IV Koto. Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII SMP N 1 IV Koto rendah, dalam hal ini dilihat dari ketuntasan soal berpikir kritis matematis siswa kelas VII SMP N 1 IV Koto. Siswa mendapatkan nilai rata-rata di bawah kriteria yaitu 62,25%. Salah satu upaya yang diduga dapat mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan strategi Problem Based Learning. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah kemampuan berfikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan strategi Problem Based Learning lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VII SMP N 1 IV Koto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan strategi Problem Based Learning apakah lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VII SMP N I IV Koto tahun pelajaran 2018/2019. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti strategi Problem Based Learning lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VII SMP N 1 IV Koto tahun pelajaran 2018/2019”. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian yaitu The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N I IV Koto. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas serta uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII.2 sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa (tes akhir). Berdasarkan analisis tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada taraf nyata α=0,05 dengan menggunakan uji-t , diproleh t_hitung=4,35 dan t_tabel = 1,67 dimana t_hitung>t_tabel. Sedangkan dengan menggunakan software Minitab diperoleh〖 P〗_value=0,001 yang artinya P_value α dengan taraf nyata α = 0,05, sehingga berdasarkan hasil tersebut tolak H_0 dan terima H_1. Jadi dapat disimpulkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti strategi Problem Based Learning lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VII SMP N 1 IV Koto Tahun Pelajaran 2018/2019.
2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul: KESAKSIAN NON MUSLIM DI PENGADILAN AGAMA BUKITTINGGI DALAM TINJAUAN FILOSOFIS HUKUM ISLAM (Studi Analisis Putusan Nomor 500/Pdt.G/2012/PA.Bkt Di Pengadilan Agama Bukittinggi). Skripsi ini ditulis oleh IRMA SRI HANDAYANI, NIM. 1114.038, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syari’ah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Latar belakang masalah dalam penyusunan skripsi ini adalah bahwa dalam hukum Islam telah ditetapkan bahwasannya syarat-syarat seorang saksi ada lima, yaitu Islam, baligh, berakal, merdeka dan adil. Para ulama telah sepakat bahwa syarat saksi secara umum yaitu beragama Islam. Faktanya, Pengadilan Agama Bukittinggi mengabulkan putusan Nomor 500/Pdt.G/2012/PA.Bkt di mana dalam putusan tersebut mengenai perkara cerai talak dengan mengajukan dua orang saksi, yang satu di antaranya yaitu beragama non muslim. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk mengetahui dasar dan pertimbangan hakim dalam menerima kesaksian non muslim tersebut serta mengkaji tentang tinjauan filosofis hukum Islam terhadap putusan hakim dalam menerima kesaksian non muslim. Dalam membahas persoalan ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), yang berangkat dari putusan Pengadilan Agama Bukittinggi tentang diterimanya saksi non muslim sebagai salah satu alat bukti yang diajukan dalam persidangan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara dengan hakim Pengadilan Agama Bukittinggi. Setelah data terkumpul, penulis menganalisa data dalam bentuk deskriptif, di mana penulis akan menjelaskan bagaimana dasar serta pertimbangan hakim dalam menerima kesaksian non muslim dan juga tinjauan filosofis hukum Islam terhadap putusan hakim dalam menerima kesaksian non muslim tersebut. Melalui metode yang penulis lakukan, dapat penulis simpulkan bahwa diterimanya kesaksian dari seorang saksi yang beragama non muslim karena yang diperlukan dalam persidangan di Pengadilan Agama hanya keterangan yang diberikan oleh saksi, bukan statusnya. Tujuan saksi tersebut sebenarnya hanya untuk meyakinkan hakim bahwa apa yang didalilkan oleh Pemohon dalam permohonannya memang benar begitu adanya. Oleh sebab itu dalam kasus ini hakim mengenyampingkan status agama saksi dari Pemohon. Selain itu saksi yang beragama non muslim dalam perkara ini juga telah memenuhi syarat formil dan materil sebagai saksi sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Pengadilan Agama. Saksi non muslim dalam perkara ini menjadi saksi utama karena saksi dalam perkara ini dijadikan oleh hakim sebagai bahan pertimbangan dalam putusnya kasus perceraian dalam perkara ini, dan juga dalam perkara ini saksi yang diajukan hanya dua orang sesuai dengan ketentuan yang ada. Sedangkan Tinjauan filosofis dalam pertimbangan hakim menerima kesaksian non muslim ini adalah untuk memelihara jiwa dalam tingkatan hajjiiyah, karena dasar dari hajjiyah ini sendiri yaitu akan membuat hidup manusia lebih mudah dan terhindar dari kesulitan, maka dari itu jika kesaksian non muslim ditolak akan menyebabkan ketidaktentraman jiwa dan menimbulkan mudharat bagi salah satu pihak yang berperkara. Menurut penulis dari pada menimbulkan mudharat atau sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari itulah yang menjadi alasan diterimanya kesaksian non muslim tersebut, selain itu juga sebagai bahan pertimbangan bagi hakim dalam mengambil keputusan yang tepat, dan juga untuk menyelamatkan keluarga dalam perkara perceraian putusan Nomor 500/Pdt.G/2012/PA.Bkt.
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini berisi tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan, seperti penulisan huruf, penulisan tanda baca, kata baku dan tidak baku, penyerapan istilah, makna kata dan dan pertalian makna, serta gaya bahasa. Selain itu, dilengkapi pula dengan ragam tulisan fiksi dan non fiksi yang disertai tips dan contoh, strategi menembus media, serta motivasi menulis. Hal ini mengingat antara tata bahasa, EYD, dan bidang penulisan adalah hal yang tak bisa dipisahkan. Buku ini diuraikan dengan gaya popular. -Indonesia Tera-
2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
<p align="center">
<strong>ABSTRAK</strong></p>
<p>
Skripsi Ini Berjudul <strong>Bentuk</strong> <strong>Kesiapan Belajar Siswa SMA PGRI Payakumbuh</strong>, di tulis oleh <strong>Sri Handayani </strong>Nim:<strong> 2612.046 </strong>Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi.</p>
<p>
Belajar yang baik merupakan belajar dengan memenuhi faktor yang mempengaruhinya, diantaranya kesiapan dalam belajar. Kesiapan dalam proses pembelajaran adalah keseluruhan kondisi yang siap dan sedia untuk melakukan proses pembelajaran tersebut. Untuk dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik maka siswa perlu mempersiapkan dirinya sebelum memulai pelajaran. Kondisi siap dalam belajar ditandai dengan proses belajar dan hasil belajar yang dialami siswa. Proses belajar siswa yang lancar dan baik menandakan bahwa siswa memiliki kesiapan belajar. Sebaliknya, siswa yang mengalami hambatan dalam belajar, selain faktor yang lain juga berarti bahwa siswa tidak atau belum memiliki kesiapan dalam belajar.</p>
<p>
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan belajar di SMA PGRI Payakumbuh. Penelitian ini tergolong pada kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA PGRI Payakumbuh yang berjumlah 114 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen angket dengan skala <em>Likert</em> dan teknik analisis data menggunakan statistik sederhana. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA PGRI Payakumbuh terindikasi bahwa rendahnya kesiapan belajar siswa dan setelah dilakukan pengolahan data kesiapan belajar siswa memiliki persentasi 81% rata-rata dengan standar deviasi 1,27 yang tergolong pada kategori tinggi. Berdasarkan hal ini dapat diketahui bahwa siswa-siswa di SMA PGRI Payakumbuh memiliki kesiapan untuk belajar yang baik. Ini kesiapan belajar siswa sangat diperhatikan oleh siswa karena memiliki peran yang penting untuk mencapai tujuan dari pembelajaran. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan maka hasil belajarnya akan lebih tinggi. Siswa yang memiliki kesiapan yang matang dalam belajar akan memperoleh hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan yang harapkannya. Sebaliknya siswa yang tidak memiliki kesiapan belajar yang maksimal akan menghambat proses belajar dan memberikan hasil belajar yang tidak sesuai dengan keinginan.</p>
<p>
Dapat disipulkan bahwa kesiapan belajar siswa SMA PGRI Payakumbuh tergolong pada kategori tinggi, sehingga siswa tersebut memiliki hasil belajar yang tinggi pula. Semakin tinggi kesiapan belajar siswa maka akan semakin tinggi pula nilai yang akan diperoleh oleh siswa tersebut. kesiapan belajar membawa pengaruh yang besar terhadap hasil belajar siswa di sekolah. Siswa yang mempersiapkan diri dengan baik akan memperoleh nilai dan hasil belajar yang tinggi pula. Begitu juga sebaliknya, siswa dengan persiapan beajar yang rendah, akan memperoleh hasil belajar yang rendah pula.</p>
<p>
</p>