Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Metode Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital (RGEC) Pada PT. PLN (Persero) Periode 2019-2023
Skripsi ini berjudul Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Metode Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings dan Capital Pada PT. PLN (Persero) Periode Tahun 2019-2023, disusun oleh SONIA PUTRI SHAUQI, NIM: 3421061, Program Studi Akuntansi Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kinerja keuangan adalah merupakan keberhasilam, prestasi atau kemampuan kerja perusahaan dalam rangka penciptaan nilai bagus perusahaan atau pemiliki modal dengan cara- cara yang efektif dan efisien. Dalam hal ini, salah satu perusahaan yang menggunakan kinerja keuangan tersebut adalah PT. PLN (Persero) dimana perusahaan ini menjelaskan kinerja keuangan yang efektif dan efisien. Adapun fokus penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan dari perusahaan PT.PLN (Persero). Dalam penelitian ini penulis menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif, dimana penulis menggunakan metode kuantitatif serta teknik analisinya deskriptif dalam rangka memahami makna data secara akademik. Kemudian peneliti juga menjelaskan metode risk profile, good corporate governance, earnings dan capital yang terkait dengan perusahaan. Pembahasan ini didukung oleh data perusahaan, beberapa penelitian pustaka dan penelusuran data online. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pertama, pada risk profile kinerja keuangan pada PT. PLN (Persero) menunjukkan bahwa secara umum kondisi keuangannya tergolong sehat. Namun, dari sisi risiko likuiditas melalui pengukuran current ratio, perusahaan dinilai belum optimal dala memenuhi kewajiban jangka pendeknya, sehingga menandakan kondisi likuiditas yang kurang sehat.dinilai memiliki laporan keuangan yang sehat, namun pada salah satu pegukuran current ratio dapat dilihat bahwa laporan keuangan perusahaan dalam kondisi kurang sehat. Kedua, perusahaan telah menerapkan prinsip- prinsip good corporate governance secara serius dengan dukungan dewan direksi dan dewan komisaris yang aktif dan terstruktur, termasuk pembentukan komite pengawasan dan pengelolaan risiko. Ketiga, metode earnings perusahaan dinilai sehat, namun pada satu pengukuran yaitu ROE masih tergolong kurang sehat, yang menunjukkan adanya kendala dalam memaksimalkan pengelolaan modal sendiri untuk meningkatkan profitabilitas. Keempat, metode capital pada PT. PLN (Persero) menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi sehat secara permodalan. Hal ini terlihat dari rasio deb to asset ratio (DAR) dan debt to equity (DER) yang menunjukka tingkat ketergantungan terhadap utang yang masih dalam batas wajar dan dapat dikelola dengan baik. Kelima, secara keseluruhan pada PT. PLN (Persero) berdasarkan metode RGEC tergolong sehat. Meskipun terdapat beberapa pengukuran current ratio dan return on equity (ROE) yang masih perlu diperbaiki dan menerpkan tata kelola yang baik.