Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SIDIQ SIADIO

2 karya publik ditemukan.

2024: 12022: 1

Studi Perbandingan Putusan PA Bukittinggi Dengan Putusan PTA Padang Tentang Hak Asuh Anak Perspektif Mashlahah

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini berjudul “Studi Perbandingan Putusan PA Bukittinggi Dengan Putusan PTA Padang Tentang Hak Asuh Anak Perspektif Mashlahah” ditulis oleh Sidiq Siadio, NIM 10122015 Program Studi Hukum Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil DJambek Bukittinggi. Sengketa hak asuh anak sering terjadi di Indonesia, termasuk di kalangan artis seperti Virgoun dan Inara, Larissa Chou dan Alvin Faiz, serta lainnya, dengan faktor-faktor seperti ketidakstabilan ekonomi ibu akibat pandemi Covid-19 turut berperan. Sengketa ini kadang berlanjut hingga ke Mahkamah Agung, seperti kasus Diana Malayanti. Di Minangkabau, hak asuh anak biasanya diberikan kepada ibu sesuai sistem matrilineal, seperti yang tercermin dalam putusan PTA Padang yang berbeda dengan putusan PA Bukittinggi. Dalam hukum Islam, pemeliharaan anak setelah perceraian umumnya menjadi hak ibu sampai anak mencapai usia tamyiz. Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 juga mengatur kewajiban pemeliharaan anak oleh kedua orang tua setelah perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis putusan PA Bukittinggi dan PTA Padang dari perspektif mashlahah, melihat mana yang lebih menguntungkan bagi anak. Metode penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif, yang berfokus pada masalah hukum dalam yurisdiksi tertentu, dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan hukum positif dan norma hukum melalui analisis hukum. Data primer dalam penelitian ini mencakup sumber asli seperti putusan PTA Padang No 62/Pdt.G/2022/PTA.Pdg dan PA Bukittinggi No 621/Pdt.G/2022/PA.Bkt serta wawancara dengan hakim terkait. Data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan dan dokumen hukum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode library research, yaitu studi pustaka yang mencakup buku, jurnal, dan dokumen hukum. Data dianalisis secara sistematis dengan metode deskriptif analitis komparatif, yang melibatkan perbandingan antara dua atau lebih objek penelitian dari berbagai aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan putusan Hakim PA Bukittinggi dan PTA Padang dalam perkara hak asuh anak disebabkan oleh pendekatan hukum yang berbeda dan interpretasi terhadap kepentingan terbaik anak. PA Bukittinggi memutuskan Tergugat sebagai pemegang hak asuh berdasarkan kesepakatan mediasi dan pertimbangan ketidakrukunan rumah tangga, sementara PTA Padang membatalkan putusan tersebut dengan merujuk pada Pasal 105 KHI dan hukum adat Minangkabau yang mengharuskan anak di bawah 12 tahun diasuh oleh ibunya, serta mempertimbangkan kepentingan terbaik anak menurut UU Perlindungan Anak. PTA Padang juga menetapkan nafkah anak yang harus dibayar oleh Tergugat. Dalam perspektif mashlahah, PA Bukittinggi lebih menekankan pada kebutuhan dasar, stabilitas emosional, dan hasil mediasi, sedangkan PTA Padang menekankan kepatuhan terhadap ketentuan hukum Islam dan adat setempat. Perbedaan ini mencerminkan bagaimana kedua pendekatan tersebut dapat menghasilkan keputusan yang berbeda dalam konteks yang sama.

Pemikiran Buya Siradjuddin Abbas tentang Fikih Keluarga

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Pemikiran Buya Siradjuddin Abbas tentang Fikih Keluarga”. Skripsi ini disusun oleh Sidiq Siadio, NIM 1118015, Program Studi Hukum Keluarga, Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi, tahun 2022 M/1443 H. Alasan penulis melakukan kajian pemikiran Buya Siradjuddin Abbas tentang fikih keluarga adalah adanya buku khusus tentang kewajiban suami yang ditulis Buya Siradjuddin Abbas, pembahasan ini berkaitan dengan jurusan penulis, yaitu Hukum Keluarga Islam (al-Ahwal al-Syakhsiyah). Oleh karena itu, penulis tertarik mengkaji lebih lanjut bagaimana pemikiran Buya Siradjuddin Abbas tentang fikih keluarga. Penelitian ini mengkaji tentang, pertama bagaimana pemikiran Buya Siradjuddin Abbas tentang fikih keluarga. Kedua, bagaimana relevansi pemikiran Buya Siradjuddin Abbas tentang fikih terhadap hukum keluarga di Indonesia. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode penelitian literatur (library research). Penelitian literatur dimaksudkan dengan meneliti karya Buya Sirajuddin Abbas yang berkaitan dengan fikih keluarga. Penelitian ini didukung dengan karya-karya Buya Siradjuddin Abbas yang bernuansa fikih serta data-data yang menjelaskan kehidupan beliau. Dengan demikian, sifat penelitian ini adalah deskriptif-analitis, yaitu menggambarkan pemikiran Buya Siradjuddin Abbas tentang fiqih keluarga, kemudian menganalisisnya secara mendalam dalam konteks hukum keluarga di Indonesia. Hasil dari penelitian ini, antara lain pertama, karya-karya Buya Siradjuddin Abbas tentang fikih keluarga ada enam karya, lima buku membahas fikih secara umum, dan satu buku yang membahas fikih keluarga secara khusus. Kedua, bahwa pemikiran Buya Siradjuddin Abbas tentang fikih keluarga dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu ketentuan sebelum berkeluarga, ketentuan tentang pernikahan dan kehidupan berkeluarga, dan ketentuan tentang putusnya kekeluargaan dan akibatnya. Dari hal ini dapat dipahami bahwa, pertama, Buya Siradjuddin Abbas dalam menjabarkan ketentuan-ketentuan fikih keluarga dalam karya-karya beliau cenderung merujuk kepada ketentuan fiqh mazhab Syafi’i. Kedua, fikih keluarga Buya Siradjuddin Abbas cenderung kepada kitab-kitab klasik karya-karya ulama syafi’iiyah, sehingga tidak ada mengomentari persoalan-persoalan kontemporer ataupun pembaharuan hukum. Ketiga, dalam menetapkan hukum berdasarkan istinbath hukum Imam Syafi’i. Ketiga, pemikiran Buya Siradjuddin Abbas sebagian besar relevan terhadap Hukum Keluarga di Indonesia. Meskipun demikian, ada beberapa pemikiran Buya Siradjuddin Abbas tidak tertuang dalam Hukum Keluarga di Indonesia.