· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p style="margin-left:1.0in;">
1. Untuk mengetahui preferensi warga Muhammadiyah terhadap pedoman dan tuntunan ibadah Muhammadiyah pada masa pandemi covid-19.</p>
<p style="margin-left:1.0in;">
2. Untuk mengetahui perilaku warga Muhammadiyah terhadap pelaksanaan pedoman dan tuntunan ibadah Muhammadiyah pada masa pandemi covid-19.</p>
<p style="margin-left:57.75pt;">
3. Untuk mengetahui implikasi preferensi dan perilaku warga Muhammadiyah terhadap Muhammadiyah pada masa pandemi covid-19.</p>
<p>
</p>
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
melengkapi bahan BKD semester Genap 2018/2019</p>
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
buku ini berisi kajian ragam dinamika tradisi lokal perkawinan di masyarakat. Keragaman ttradisi di setiap daerah, menggambarkan dinamika yang berbeda dan unik. Tradisi - tradisi itu dilestarikan oleh masyarakat secara turun temurun. Jika tradisi itu tidak dilaksanakan, maka ada rasa ketidak sempurnaan dalam perhelatan yang dilakukan oleh masyarakat tersebut. oleh sebab itu, masing-masing masyarakat berupaya keras untuk melaksanakan tradisi-tradisis yang ada dalam masyarakat itu.
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Tujuan melaksanakan khutbah jumat untuk pelaksanaan shalat jumat </p>
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
-</p>
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
a) Tersedianya data persepsi sebagai salah satu komponen sumber data ITK Online yang di fasilitasi oleh peneliti lokal setempat.<br />
b) Terwujudnya objektifitas dan indenpendensi data dalam mengukur kinerja kepolisian.</p>
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
The research purposed to find out the concept of milku al-yamīn in the Koran, whether it means
an alternative sexual channeling or is it a description of the tradition that occurred in the Arab society
before Islam. Research conducted by Muḥammad Syaḥrūr as the validity of non-marital sexual relations
shows that understanding the meaning of milku al-yamīn in this contemporary era is a contract between a
man and a woman to have sexual intercourse. With the results of his research, it raises the pros and cons
and problems in Indonesian society. In connection with bridging and deepening the meaning of milku alyamīn in the Koran through a thematic interpretation approach. In conclusion, the meaning of milku alyamīn is that of a slave girl who is obtained through war, excluding its meaning from other ways. While
the ability to associate with them is not for an outlet of sexual desire, but historically as an attempt to
elevate the status of slaves to the equivalent of freedom. This concept can be considered as an alternative
to fight discrimination against people accused of adultery.
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Al-qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta umatnya dan merupakan bacaan utama bagi umat muslim di seluruh jagat raya. Al-Qur’an ini sebagai petunjuk bagi umat Islam dalam beribadah kepadaNya. Isi al-Qur’an merupakan penyempurnaan wahyu Allah sebelumnya dimana isinya menyangkut hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan sesama manusia dan juga manusia dengan lingkungannya. Hal –hal mengenai tauhid, akidah, ahklak dan fikih semuanya terkandung dalam Al-qur’an.
Pada era globalisasi ini, Al-qur’an yang begitu indah bacaannya sudah mulai dilupakan orang, sekarang orang lebih memilih membaca buku ilmu pengetahuan modern atau novel daripada membaca Al-Qur’an. Globalisasi telah merubah gaya hidup bangsa kita terutama generasi muda, maka Pemerintah dan Pemuka Agama ingin mengembalikan gaya hidup generasi muda kita untuk kembali mencintai Al-Qur’an dan tetap berpegang teguh padanya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melaksanakan acara Musabaqah Tilawatil Qur’an
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
In the Indonesian educational system, autonomy has been demanded to be promoted in the teaching and learning process of recent curriculum implementation. Unfortunately, it cannot be denied that learner autonomy still poses a challenge to be implemented in Indonesia since the teaching-learning process still was dominant. Therefore, it is essential to explore students’ problems with learner autonomy. This study used descriptive quantitative study through the questionnaire as the students’ data collection method, to explore students’ problems with autonomous English Learning. Ninety one students from one of MAN in Agam were involved to elicit their problems on autonomous English learning. Furthermore, this finding showed that the students have problems with autonomous English learning. This study found problems of students in autonomous English learning which were (1) developing the target language into a separate reference system and being willing to revise and reject hypotheses and rules that do not apply, (2) willing to take risks, (3) and good guessers. On other hand, the study showed four indicators were low problematic. There were (1) The students should have a tolerant and outgoing approach to the target language, (2) The learners take an active approach to the learning task at hand, (3) Autonomous learners have insights into their learning styles and strategies, and (4) The learners try to be proactive in developing their ability in English by seeking external knowledge. The learners who try to be proactive in developing their ability in English by seeking external knowledge are the least students who answered.
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<ol>
<li>
Untuk mengetahui pola pelaksanaan Pemerintahan Nagari berdasakan Undang-Undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa.</li>
<li>
Untuk mengetahui problem-probem yang hadapi untuk menerapkan Pemerintahan Nagari Adat.</li>
</ol>
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Membantu Pemerintah dalam memberikan perlindungan pada konsumen dan pelaku usaha sesuai UU no 8 Tahun 1999</p>
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
membantu masysarakat dan pelaku bisnis dalam melaksanakan kegiatan bisnis di Indonesia</p>
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Salang pinjam had been carried out by many Minangkabaunese before the arrival of the Dutch colonialists. The presence of the Dutch colonialists shifted the tradition of salang pinjam into pagang gadai (pawn) as part of the Devide et Impera politics which aimed at breaking up the unity of Minangkabau people. The transition from the concept of salang pinjam to gadai (pawning), apart from not being in accordance with Islamic teachings, also often causes disputes in the communities. Even so, in several Minangkabau areas the tradition of salang pinajm still survives to ensure the continuity of religious-based customs, including in Paninjauan Village, Tanah Datar regency. This study was conducted to describe the concept of salang pinjam and how it differs from the Dutch version of pawning. This research is field research with the data sources obtained from Paninjauan Village’s community leaders and parties who have carried out salang pinjam. The data were collected through direct interviews with informants, then classified according to the questioned-themes. Then, the data were analyzed descriptively. This study concluded that the essence of salang pinjam is borrowing from each other, one party borrows money or gold and the other party borrows land or rice fields. Based on Islamic teachings, this transaction does not violate Islamic rules and will not cause any disputes. This is different from pawnshops regulated by the Dutch Colonial by which borrowing money must be accompanied by collateral in the form of land, and this way becomes a source of problems for two reasons; first, it is contrary to Islamic teachings because it utilizes collateral assets; and second, the collateral must be returned to the borrower after seven years without compensation, and in reality the community is not willing to just return it unless the borrowers must return the money they have borrowed.
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
A. Latar Belakang masalah
Salah satu kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah kehidupan manusia adalah kegiatan ekonomi. Sejak manusia pertama diciptakan Allah di muka bumi, dia sudah dihadapkan pada masalah bagaimana cara bertahan hidup di mula bumi. Dinamika kehidupan juga berkembang karena didorong oleh interaksi antar manusia atau interaksi manusia dengan alam dalam memenuhi kebutuhan hidup dan menjadikan hidup lebih baik. Kegiatan kegiatan tersebut menjelma dalam bentuk konsumsi, produksi ataupun distribusi. Hal ini disebabkan karena kehidupan manusia tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan dari materi materi dari alam yang harus dia dapatkan dengan cara berusaha. Usaha usaha yang dilakukan manusia itu selalu berkembang karena manusia dikaruniai akal oleh Tuhan dalam hidupnya.
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Pembelajaran Bahasa inggris di sekolah pada saat ini memasuki fase baru dikarenakan adanya kurikulumbaru yang digunakan, yakni kurikulum merdeka. Hal ini turut dialami oleh siswa dan guru di tingkat sekolah dasar. Setelah sebelumnya sekolah dasar tidak mendapt porsi pelajaran Bahasa inggris, dala kurikulum baru ini hal ini muncul kembali. Siswa diberi kesempatan Kembali untuk belajar Bahasa inggris semenjak tingkatsekolah dasar. Hal ini tentunya mempengaruhi kesiapan sekolah dalam menyediakan materi ajar sekaligus tenaga pengajar untuk maa pelajaran Bahasa ingris. Karena implementasi kurikulum merdeka ini baru dimulai pada tahun ajaran 2024/2025 ini, maka sekolah masih belum memiliki guru khusus yang berlatar belakang Pendidikan Bahasa inggris. Untuk itu, pelajaran Bahasa inggris khususnya di SDN 08 Kubang duo koto Panjang kab. Agam dibantu didampingi oleh dosen-dosen Bahasa inggris di UIN SMDD Bukittinggi. Diharapkan kegiatan ini membantu sekolah dalam memfasilitasi siswa di materi pelajaran Bahasa inggris.
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Meningkatkan minat dan bakat siswa SD dalam menggunakan bahasa inggris</p>
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<span class="fontstyle0">Dewan Pengawas Pengurus Pusat Alumni<br />
Fakultas Hukum Universitas Muhammadiya Sumatera Barat</span><br style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; line-height: normal; text-align: -webkit-auto; text-size-adjust: auto;" />
</p>
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
This article aims to elaborate on equivalence in marriage. Equivalence is one of the essential aspects of creating a harmonious family. The people of Kasui Pasar Village, who are from Banten ethnic background, have a tradition of marital equivalence regarding profession and ethnicity. The problem in this study is how to review Islamic law on the tradition of marriage equivalence in realizing a harmonious family in Kasui Pasar Village. This type of research is field research descriptive-analytical. The primary data of this research are the results of interviews and observations with a married couple of Banten ethnic gold traders. Secondary data are books, journals, and related research. Data collection techniques in this study are interviews, observation, and documentation. Then the data obtained is processed and analyzed inductively using urf theory. The results of this study indicate that the community believes that marriage equivalence in the profession of gold business people and ethnic Banten is the main factor in the realization of a harmonious family. This local wisdom as urf sahih has brought benefits and goodness in their lives and is inherent and accepted by the general public, especially in Kasui Pasar Village. This tradition does not conflict with Islamic law. The results of this study indicate that the community believes that marriage equivalence in the profession of gold traders and ethnic Banten is the main factor in the realization of a harmonious family. This local wisdom as urf sahih has brought benefits and goodness in their lives and is inherent and accepted by the general public, especially in Kasui Pasar Village. This tradition does not conflict with Islamic law.
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama pada KUA Banuhampu dalam rangka menciptakan keluarga sakinah dan sejahtera di tengah-tengah masyarakat kepada para anggota kelompok binaan Penyuluh Agama
· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
memberikan khutbah jumat </p>