Profil penulis
Riswandi
11 karya publik ditemukan.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Keagamaan Remaja Di Jorong Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya perubahan atau penurunan perilaku keagamaan remaja di Jorong Parit Panjang, dimana banyak para remaja yang menggunakan media sosial secara berlebihan. Seperti seringnya lalai dalam melaksanakan ibadah karena terlalu asyik menggunakan media sosial, serta kurangnya sosialisasi dalam lingkungan masayarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh media sosial terhadap perilaku keagamaan remaja di Jorong Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam dan seberapa besar pengaruh media sosial terhadap perilaku keagamaan remaja di Jorong Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh media sosial terhadap perilaku keagamaan remaja di Jorong Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku keagamaan remaja di Jorong Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan teknik analisis data Corelations coefficient product moment menggunakan SPSS 25. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 35 orang. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara penggunaan media sosial terhadap perilaku keagamaan remaja di Jorong Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam dengan nilai koefesien kolerasi sebesar 0,760 berada pada interval 0,75-0,99. Hal ini berarti variabel independent (Penggunaan Media Sosial) menjelasakn berpengaruh terhadap variabel dependent (Perilaku Keagamaan Remaja) yang berarti sangat kuat pengaruhnya. Sedangkan 0,05 atau (5%) dipengaruhi faktor lain dan koefesien determinasi 0,760 atau 76%. Jadi berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh signifikan.
kompetensi profesional guru pondok pesantren tarbiyah islamiyah pandai sikek kecamatan x koto kabupaten tanah datar
ABSTRAK Kriswandi Hafriza. 201. 17018. “Kompetensi Profesional Guru Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Pandi Sikek Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar”. Tesis Program Pasca Sarjana IAIN Bukittinggi. Kompetensi profesional guru dan kepala sekolah sangat mempengaruhi keberhasilan dan kemajuan pendidikan. Kompetensi profesional menjadi standar seorang pendidik dalam lembaga pendidikan. Kompetensi profesional menjadi kualifikasi dalam mencari seorang pendidik. Guru dan kepala sekolah yang profesional harus mampu menciptakan peserta didik yang respon terhadap kemajuan zaman, ilmu pengetahuansebagai kompetensi yang tinggi dan siap menghadapi tantangan hidup. Oleh karena itu guru harus melaksanakan tugas profesionalnya secara inovatif dalam mewujudkan kegiatan pendidikan. Profesionalitas seorang guru dapat diuraikan sebagai tugas pokok seperti membuat RPP dan kepala sekolah berperan sebagai supervisornya, program pembelajaran dan melaksanakan semua kegiatan pelajaran dengan baik sehingga mendapatkan penghargaan yang baik secara moril maupun materil dari hasil pekerjaannya. Profesionalitas guru dan kepala sekolah pada lembaga pondok pesantren khususnya pada pondok pesantren tarbiyah islamiyah Pandai sikek kecamatan X Koto mesti di analisis dalam berbagai sudut pandang seperti latar belakang pendidikan, budaya dan etos kerja, kemampuan melaksanakan tugas, kemampuan berinovasi dan keprofesionalan guru secara administrasi harus ditingkatkan, termasuk sarana prasarana yang di gunakan untuk menunjang keprofesionalan guru harus di tingkatkan. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/ kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam adalah: 1. Mengikutkan guru dalam diklat, pelatihan dan seminar, di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Pandai Sikek, sering mengikutkan bapak ibu guru Pendidikan Agama Islam dalam pelatihan, MGMP, seminar, diklat dalam rangka meningkatkan prestasi dan wawasan tentang pendidikan agama Islam. 2. Mengedepankan kedisiplinan baik itu untuk peserta didik maupun guru, kedisiplinan itu dimulai oleh bapak kepala sekolah sendiri. 3. Memotivasi guru, motivasi dari kepala sekolah menjadi semangat bagi guru untuk meningkatkan perbaikan dalam inovasi pendidikan sebagai wujud nyata mengembangkan kompetensi profesional guru PAI. 4. Supervisi, pelaksanaan supervisi di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Pandai Sikek dilakukan oleh dua orang yang terdiri dari bapak kepala MA dan bapak kepala MTs, beliau berdua bersama melakukan supervisi tiap semester. 5. Penambahan jam pelajaran PAI di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Pandai Sikek ini khusus mata pelajaran pendidikan agama Islam diberikan selama tiga jam pelajaran, yang dua jam mengikuti kurikulum dan yang satu jam kebijakan dari kepala sekolah, yakni pada jam pelajaran muatan lokal. Karena materi pendidikan agama Islam sangat luas apa lagi jika berkenaan dengan materi yang harus di praktekkan, misalnya: materi sholat, wudlu, tayamum, haji. Dengan adanya kebijakan dari kepala sekolah yaitu penambahan 1 jam pelajaran Pendidikan Agama Islam, maka para guru Pendidikan Agama Islam diharapkan bisa menguasai materi serta bisa mengembangkannya agar menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Doktrin perlindungan hak cipta di era digital
On intellectual property rights protection in Indonesia.
Komunikasi Politik
Masalah-masalah HaKI kontemporer
Legal aspects of intellectual property rights in Indonesia.
Dampak Dihapuskanya Mata Pelajaran TIK Pada Kurikulum 2013 di SMP N 2 Tanjung Raya Kab. Agam TA 2017/2018
NAMA DESSY RISWANDI, NIM 2513.043, Skripsi ini berjudul, “DAMPAK DIHAPUSKANNYA MATA PELAJARAN TIK PADA KURIKULUM 2013 DI SMPN 2 TANJUNG RAYA KAB.AGAM TA2017/2018”, judul ini bermaksud menjelaskan secara ilmiah untuk mencari/melihat dampak dari dihapuskannya mata pelajaran TIK pada Kurikulum 2013 di SMPN 2 Tanjung Raya. Penulis termotivasi membahas judul ini dilatar belakangi bahwa di SMPN 2 Tanjung Raya menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk oleh dinas penndidikan menerapkan kurikulum2013, karena menerapkan kurikulum 2013 jadi sudah tidak ada lagi mata pelajaran TIK di sekolah.Penelitian ini bersifat field research (penelitian lapangan) yakni langsung terjun kelapangan untuk mengumpulkan data dengan cara mengamati kejadian atau fenomena yang terjadi sesuai dengan lingkup permasalahan. Adapun data yang dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara. Kemudian yang menjadi informan inti dalam penelitian ini adalah siswa/siswi SMPN 2 Tanjung Raya, sedangkan informan pendukung kepala sekolah, wakil kurikulum gurudi SMPN 2 Tanjung Raya. Setelah data terkumpulkan, untuk mengolah data penulis mengunakan metode kualitatif deskriptif yang mengambarkan apa adanya, data tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan. Dalam penelitian penulis memfokuskan untuk mencari dampak yang dialami siswa dan guru akibat dihapuskannya mata pelajaran TIK di SMPN 2 Tanjung Raya. Dari beberapa data yang dikumpulkan diambil kesimpulan bahwa dampak dihapuskannya mata pelajaran TIK di SMPN 2 Tanjung Rayasangat berdampak kepada siswa dan guru, banyak siswa/siswi SMPN 2 Tanjung Raya yang tidak mengerti atau tidak memahami cara mengoperasikan komputer dengan baik dan benar, selain siswa dampaknya juga dirasakan guru, banyak guru-guru TIK yang kehilangan jam mengajarnya, dimana untuk saat sekarang sekolah menerapkan ujian nasional berbasis komputer(UNBK) sedangkan pada kurikulum 2013 mata pelajaran TIK sudah ditiadakan. Hal tersebut membuat siswa kewalahan karena tidak ada pembekalan dari sekolah ilmu tentang komputer, hal ini membantah presepsi pemerintah yang menghapuskan mata pelajaran TIK pada Kurikulum 2013 yang beranggapan bahwa siswa mampu belajar sendiri, siswa sudah bisa mengoperasikan komputer bahkan dari usia dini, jadi tidak perlu ada mata pelajaran TIK di sekolah. Hasil dari penelitian penulis melalui wawancara dengan siswa/siswi di SMPN 2 Tanjung Raya, masih banyak siswa yang tidak bisa mengoperasikan komputer dengan baik dan benar, tidak semua siswa memiliki kemampuan yang sama yang bisa belajar sendiri(otodidak) bahkan masih ada siswa yang buta akan teknologi.
HKI, hukum Islam, dan fatwa MUI
Intellectual property rights according to Islamic law and fatwas of Indonesian ulama.