Abstrak
NAMA DESSY RISWANDI, NIM 2513.043, Skripsi ini berjudul, “DAMPAK DIHAPUSKANNYA MATA PELAJARAN TIK PADA KURIKULUM 2013 DI SMPN 2 TANJUNG RAYA KAB.AGAM TA2017/2018”, judul ini bermaksud menjelaskan secara ilmiah untuk mencari/melihat dampak dari dihapuskannya mata pelajaran TIK pada Kurikulum 2013 di SMPN 2 Tanjung Raya. Penulis termotivasi membahas judul ini dilatar belakangi bahwa di SMPN 2 Tanjung Raya menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk oleh dinas penndidikan menerapkan kurikulum2013, karena menerapkan kurikulum 2013 jadi sudah tidak ada lagi mata pelajaran TIK di sekolah.Penelitian ini bersifat field research (penelitian lapangan) yakni langsung terjun kelapangan untuk mengumpulkan data dengan cara mengamati kejadian atau fenomena yang terjadi sesuai dengan lingkup permasalahan. Adapun data yang dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara. Kemudian yang menjadi informan inti dalam penelitian ini adalah siswa/siswi SMPN 2 Tanjung Raya, sedangkan informan pendukung kepala sekolah, wakil kurikulum gurudi SMPN 2 Tanjung Raya. Setelah data terkumpulkan, untuk mengolah data penulis mengunakan metode kualitatif deskriptif yang mengambarkan apa adanya, data tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan. Dalam penelitian penulis memfokuskan untuk mencari dampak yang dialami siswa dan guru akibat dihapuskannya mata pelajaran TIK di SMPN 2 Tanjung Raya. Dari beberapa data yang dikumpulkan diambil kesimpulan bahwa dampak dihapuskannya mata pelajaran TIK di SMPN 2 Tanjung Rayasangat berdampak kepada siswa dan guru, banyak siswa/siswi SMPN 2 Tanjung Raya yang tidak mengerti atau tidak memahami cara mengoperasikan komputer dengan baik dan benar, selain siswa dampaknya juga dirasakan guru, banyak guru-guru TIK yang kehilangan jam mengajarnya, dimana untuk saat sekarang sekolah menerapkan ujian nasional berbasis komputer(UNBK) sedangkan pada kurikulum 2013 mata pelajaran TIK sudah ditiadakan. Hal tersebut membuat siswa kewalahan karena tidak ada pembekalan dari sekolah ilmu tentang komputer, hal ini membantah presepsi pemerintah yang menghapuskan mata pelajaran TIK pada Kurikulum 2013 yang beranggapan bahwa siswa mampu belajar sendiri, siswa sudah bisa mengoperasikan komputer bahkan dari usia dini, jadi tidak perlu ada mata pelajaran TIK di sekolah. Hasil dari penelitian penulis melalui wawancara dengan siswa/siswi di SMPN 2 Tanjung Raya, masih banyak siswa yang tidak bisa mengoperasikan komputer dengan baik dan benar, tidak semua siswa memiliki kemampuan yang sama yang bisa belajar sendiri(otodidak) bahkan masih ada siswa yang buta akan teknologi.