Konsep Rezeki dalam Tafsir Lisan Adi Hidayat di Youtube Perspektif Teori Orality Walter J. Ong
ABSTRAK Affif, NIM 4120024, Judul Skripsi: “Konsep Rezeki dalam Tafsir Lisan Adi Hidayat di YouTube Perspektif Teori Orality Walter J. Ong.” Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Skripsi ini membahas konsep rezeki dalam Tafsir Lisan Adi Hidayat yang disampaikan melalui kanal YouTube Adi Hidayat Official dengan menggunakan perspektif teori kelisanan (Orality Theory) Walter J. Ong. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya media digital sebagai sarana penyebaran pengetahuan keagamaan, sehingga penafsiran Al-Qur‘an tidak hanya hadir dalam bentuk tulisan, tetapi juga dalam bentuk lisan yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Adi Hidayat mengenai Konsep Rezeki dalam Al-Qur‘an serta menganalisis karakteristik kelisanan dalam penyampaian tafsir tersebut berdasarkan teori Walter J. Ong. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir lisan. Sumber data primer berupa lima video ceramah Adi Hidayat tentang rezeki yang diunggah pada kanal YouTube Adi Hidayat Official, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, kitab tafsir, jurnal, skripsi, dan literatur lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan transkip isi ceramah, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adi Hidayat memaknai rezeki secara luas, tidak hanya sebagai harta benda, tetapi mencakup seluruh bentuk karunia Allah Swt., baik material maupun nonmaterial. Rezeki merupakan ketetapan Allah Swt. bagi setiap makhluk, namun manusia tetap diperintahkan untuk melakukan ikhtiar dan bekerja dalam memperolehnya. Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa ketakwaan, rasa syukur, istigfar, sedekah, doa, tawakal, serta bakti kepada kedua orang tua menjadi bagian yang berkaitan dengan keberkahan rezeki. Dengan demikian, konsep rezeki dalam penafsiran Adi Hidayat mencakup dimensi teologis, etis, dan praktis. Adapun dari perspektif Walter J. Ong, tafsir lisan Adi Hidayat menunjukkan karakteristik budaya lisan melalui pola penyampaian yang aditif, penggunaan pengulangan, ilustrasi dan analogi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta keterlibatan audiens dalam proses komunikasi. Fenomena ini menunjukkan bahwa ceramah keagamaan di YouTube merupakan bentuk kelisanan sekunder yang memadukan tradisi lisan dengan teknologi digital.