Pengaruh dari teknik noticing terhadap pengajaran simple present tense dan simple past tense tingkatan pertama di SMP N 3 Sungai Pua
Nova Melia Ramadani, 2315010. “Pengaruh Penggunaan Teknik Noticing dalam pembelajaran bahasa inggris terhadap pengajaran Simple present Tense dan Simple Past Tense Siswa Tingkatan Pertama SMP N 3 Sungai Pua ” skripsi. Pendidikan Studi Bahasa Inggris. UIN Bukittinggi, 2022. Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa masalah siswa di tingkatan pertama SMP N 3 Sungai Pua terkait dengan pencapaian siswa dalam pembelajaran bahasa inggris terutama dalam pembelajaran simple present tense dan simple past tense. Penelitian ini untuk menentukan apakah ada efek signifikan dan apakah ada perbedaan yang signifikan penggunaan pengajaran dengan noticing pada pencapaian siswa dalam pembelajaran simple present tense dan simple past tense dan untuk menentukan apakah pencapaian siswa menggunakan teknik noticing lebih baik daripada tidak menggunakan teknik noticing. Penelitian ini diklasifikasikan sebagai penelitian kuasi-eksperiment. Terdapat kelompok eksperimen yaitu kelas VII.B (19 siswa) dan kelompok kontrol yaitu kelas VII A (20 siswa). Data diperoleh melalui pre-test dan post-test. Pre-test diberikan pada kedua kelompok sebelum melakukan perlakuan dan post-test diberikan setelah melakukan perlakuan. Perlakuan dengan menggunakan teknik noticing hanya diberikan kepada kelompok eksperimen. Setelah data dikumpulkan, peneliti menganalisa data dengan signifikan of α = 0,05. Dari hasil analisa statistik maka didapat hipotesis yang pertama yaitu adanya pengaruh yang signifikan penggunaan noticing teknik terhadap pencapaian siswa dalam pembelajaran simple present tense dan simple past tense . Analisis data menunjukkan bahwa hipotesis null (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima karena thitung (26,46) besar dari ttabel (20,93) pada taraf signifikan α 0,05. Hipotesis kedua adalah adanya perbedaan yang signifikan penggunaan teknik noticing pada pengajaran materi simple present tense dan simple past tense. Analisis data menunjukkan bahwa hipotesis null (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima karena thitung (50,13) besar dari ttabel (20,86) pada taraf signifikan α 0,05. Terakhir, hipotesis yang ketiga adalah pengajaran simple present tense dan simple past tense kepada siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik noticing lebih baik daripada siswa yang tidak diajarkan dengan model konvensional. Analisis data menunjukkan bahwa hipotesis null (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima karena thitung (50,13) besar dari ttabel (20,86) pada taraf signifikan α 0,05.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa teknik noticing dapat mempengaruhi pencapaian siswa dalam pembelajaran grammar terutama dalam materi simple present tense dan simple past tense menjadi lebih baik tanpa menggunakan teknik noticing.