Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: putus sekolah.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG PENDIDIKAN GRATIS PERSPEKTIF SIYASAH TANFIZIYAH (STUDI KASUS DI NAGARI LANSEK KADOK, KECAMATAN RAO SELATAN, KABUPATEN PASAMAN)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Bunga Vajar Lestari, NIM 1322041 Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah), Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul skripsi “Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Pasaman Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pendidikan Gratis Perspektif Siyasah Tanfiziyah (Studi Kasus di Nagari Lansek Kadok)”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya anak usia sekolah yang mengalami putus sekolah pada jenjang Sekolah Menengah Pertama di Nagari Lansek Kadok, meskipun Pemerintah Kabupaten Pasaman telah menerapkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pendidikan Gratis. Keadaan tersebut mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara tujuan yang ingin dicapai melalui kebijakan pendidikan gratis dengan kondisi pelaksanaannya di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pasaman Nomor 3 Tahun 2017 pada tingkat Sekolah Menengah Pertama di Nagari Lansek Kadok, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat implementasinya, serta meninjaunya dalam perspektif Siyasah Tanfiziyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di Nagari Lansek Kadok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman. Sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi kebijakan pendidikan gratis secara umum telah terlaksana, terutama terkait dengan pembebasan biaya pendidikan formal bagi peserta didik pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, pelaksanaannya belum berjalan secara optimal karena masih terdapat siswa yang putus sekolah. Faktor penghambat pelaksanaan kebijakan tersebut meliputi rendahnya kesadaran sebagian masyarakat mengenai pentingnya pendidikan, adanya siswa yang memilih bekerja karena telah memperoleh penghasilan sendiri, kurangnya sosialisasi mengenai kebijakan pendidikan gratis, serta belum optimalnya peran pemerintah nagari dalam mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut. Dalam perspektif Siyasah Tanfiziyah, pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis di Nagari Lansek Kadok belum sepenuhnya merealisasikan nilai-nilai kemaslahatan, keadilan, dan tanggung jawab pemerintah dalam menjamin terpenuhinya hak pendidikan bagi masyarakat.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

komunikasi persuasif orang tua dalam membimbing anak putus sekolah di nagari tanjung alam

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini atas nama Nanda Huzaifah, NIM 4321001, yang berjudul “Komunikasi persuasif orang tua dalam membimbing anak putus sekolah di nagari Tanjung alam” maksud judul ini adalah untuk mengkaji bentuk dan teknik komunikasi persuasif yang digunakan orang tua dalam membimbing anak putus sekolah di Jorong Bulaan, Nagari Tanjuang Alam. Fenomena anak putus sekolah menjadi isu sosial yang kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti rendahnya ekonomi keluarga, kurangnya motivasi belajar, serta pengaruh lingkungan sosial yang negatif. Dalam konteks ini, peran orang tua sebagai komunikator utama sangat penting untuk mengarahkan anak kembali ke jalur pendidikan melalui pendekatan komunikasi persuasif. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui tiga metode utama yaitu observasi langsung, wawancara dengan informan, dan penelaahan dokumen yang relevan. Informan terdiri dari orang tua anak putus sekolah, anak yang kembali bersekolah, serta tokoh masyarakat setempat. Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa bentuk komunikasi persuasif yang diterapkan orang tua meliputi komunikasi verbal dan nonverbal. Teknik yang digunakan mencakup teknik motivasi, keteladanan, pemberian harapan, pendekatan emosional, serta keterbukaan dalam berdialog. Keberhasilan orang tua dalam membimbing anak sangat dipengaruhi oleh konsistensi komunikasi yang dilakukan serta dukungan emosional yang diberikan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi persuasif yang dilakukan orang tua memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk kembali motivasi anak untuk melanjutkan pendidikan. Meskipun menghadapi berbagai kendala seperti ekonomi dan lingkungan yang kurang mendukung, orang tua yang mampu menerapkan komunikasi persuasif secara tepat dapat menjadi agen perubahan yang efektif bagi masa depan anak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dan pemangku kebijakan dalam menangani permasalahan anak putus sekolah melalui pendekatan komunikasi.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail