Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Zakat Sayuran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tinjauan Sosiologi Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Pembayaran Zakat Sayuran Di Nagari Batu Palano Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini ditulis oleh Kiki Apriliyanti, Nim: 1117.017 dengan judul: Tinjauan Sosiologi Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Pembayaran Zakat Sayuran Di Nagari Batu Palano Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam, Program Studi Hukum Keluarga, Fakultas Syariah, IAIN Bukittinggi. Adapun latar belakang penulis melakukan penelitian ini karena terjadinya pelaksanaan pembayaran zakat sayuran oleh petani di Nagari Batu Palano yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Dimana, masyarakat beranggapan bahwa nishab zakat adalah Rp 1.000.000 dengan kadar zakatnya 2,5%. Oleh karena itu, setiap hasil panen melebihi Rp 1.000.000, maka petani mengeluarkan zakatnya Rp 25.000. Hal semacam ini sudah berlangsung sangat lama dan sudah menjadi kebiasaan dalam masyarakat, sehingga susah untuk ditinggalkan. Dalam skripsi ini, penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), yaitu sebuah penelitian yang dilakukan secara langsung terhadap peristiwa dan data-data yang ada di lapangan. Adapun sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer, yaitu diperoleh dari observasi dan hasil wawancara dengan para petani, dan Bapak Wali Nagari Batu Palano, dan juga sumber data sekunder yang dapat diperoleh melalui studi kepustakaan seperti Al-Qur’an dan hadis serta buku-buku. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa, pertama, pelaksanaan zakat sayuran di Nagari Batu Palano Kecamatan Sungai Pua sudah berjalan, namun belum sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Dimana, para petani menganggap nishab zakat adalah Rp 1.000.000 dengan kadar zakatnya 2,5%. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi petani sayur membayar zakat diantaranya karena masyarakat sudah mengetahui bahwa hukumnya wajib dan ingin menjalankan syariat Islam, kemudian juga agar harta yang diperoleh menjadi berkah karena di dalam rezeki kita terdapat hak orang lain. Namun, para petani tidak mengetahui tentang besaran nishab dan kadar zakat yang sesuai dengan hukum Islam, ketidaktahuan ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang rendah di Nagari Batu Palano dimana rata-rata masyarakatnya hanya menamatkan sekolah sampai jenjang SLTP. Faktor lainnya karena para petani menganggap nishab dan kadar zakat yang demikian sudah lebih dari cukup untuk dibayarkan zakat. Serta kurangnya sosialisasi tentang zakat di Nagari Batu Palano ini. Ketiga, menurut tinjauan sosiologi hukum Islam setelah dilakukan kajian secara sosiologi dengan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris, penulis menyimpulkan bahwa pelaksanaan pembayaran zakat sayuran di Nagari Batu Palano Kecamatan Sungai Pua belum sesuai dengan tinjauan sosiologi hukum Islam karena aturan baku yang telah ditetapkan bertentangan dengan praktik yang terjadi di lapangan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail