Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Tuan Guru
DaftarKartu
ResearchOpen Access1 berkas tersedia

Ahmadiyah di Asrama Transito Mataram: Persekusi melalui Fatwa MUI, Tuan Guru dan Masyarakat Lombok

2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Ahmdiyah Lombok mengungsi di Asrama Transito sejak akhir tahun 2005 dan tahun 2010 mencoba kembali ke rumah mereka di Lombok barat, namun kembali diusir oleh masyarakat. Tulisan ini akan membahasa tentang Ahmadiyah yang mengalami persekusi di Lombok. Apa dasar MUI mengeluarkan fatwa sesat terhadap Jamaah Ahmadiyah pada tahun 1980 dan 2005? Bagaimana proses persekusi Ahmadiyah Lombok dan pengaruh MUI dan Tuan Guru terhadap masyarakat?. Teori yang digunakan dalam tulisan ini diantaranya Louis Althusser tentang lembaga ideologis Negara dalam hal ini MUI dan teori Johan Galtung tentang kekerasan langsung yang dilakukan oleh masyarakat dan kekerasan tidak langsung melalui SKB 3 Menteri. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam terhadap warga Ahmadiyah di Asrama Transito Mataram tempat mereka mengungsi dan pihak Kementerian Agama Nusa Tenggara barat. Tulisan ini menemukan bahwa Fatwa MUI menjadi legitimasi masyarakat dalam melakukan kekerasan dan persekusi terhadap Jamaah Ahmadiyah Lombok serta pengaruh Tuan Guru, baik melalui kehidupan sehari-hari maupun ceramah-ceramah mereka di Masjid.</p> <p> &nbsp;</p>

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ArticleOpen AccessPDF tersedia

Persecution of the Indonesian Ahmadiyya Congregation through the MUI Fatwa, Tuan Guru, and the Lombok Community

2023•Artikel Penelitian dan Pengabdian

Abstract Ahmadiyya has taken refugee in the Transito Dormitory since the end of 2005 and 2010. They tried to return to their homes in West Lombok but drove out by the community. This article will discuss Ahmadiyya, who experienced persecution in Lombok, and the basis for the MUI to issue deviant fatwas against the Ahmadiyya Congregation in 1980 and 2005. The process of the persecution of the Ahmadiyya in Lombok and the influence of the Majelis Ulama Indonesia and Tuan Guru on society are revealed in this study. The theories of Louis Althusser about state ideological institutions, in this case, the Majelis Ulama Indonesia, and Johan Galtung's theory about direct violence perpetrated by the community and indirect violence through the SKB 3 Menteri (Joint Decree of Three Ministers) being operate in this study. The research uses in-depth interviews with Ahmadiyya members in the Mataram Transito Dormitory. This study finds that the MUI Fatwa serves as legitimacy for society in carrying out violence and persecution of the Lombok Ahmadiyya Congregation and the influence of Tuan Guru through their daily life and lectures at the mosque.

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail