Pengobatan Tasapo (Studi Living Qur'an di Jorong Kumpulan, Pasaman Barat)
ABSTRAK Annisa Rahmah, NIM. 4118003, Judul Skripsi: “PENGOBATAN TASAPO (STUDI LIVING QUR‟AN DI JORONG KUMPULAN, PASAMAN BARAT).” Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2022. Latar belakang peneliti mengangkat masalah ini adalah terdapat suatu fenomena tepatnya di Jorong Kumpulan Pasaman Barat mengenai pengobatan penyakit tasapo yang menggunakan ayat al-Qur’an sebagai pengobatan namun media yang digunakan adalah berupa darah hewan sembelihan. Penelitian ini menggunakan metode living qur’an dan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dimana lewat penelitian ini peneliti mendapatkan respon dari masyarakat perihal ayat yang digunakan orang pintar dalam pengobatan serta bagaimana praktik pengobatan yang dilakukan. Informan dalam penelitian ini adalah orang pintar atau para normal, masyarakat yang pernah melakukan praktik pengobatan, masyarakat yang tidak pernah melakukan praktik pengobatan, alim ulama, dan masyarakat yang berada di Jorong Kumpulan. Total responden yakni 19 orang. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang peneliti dapatkan adalah pengobatan penyakit tasapo yang berada di Jorong Kumpulan Pasaman Barat sudah berlangsung sejak lama dan dilakukan secara turun temurun. Ayat yang digunakan dalam pengobatan tasapo tersebut adalah dimulai dengan membaca istighfar, basmallah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surah al-Fatihah, al-Ikhlas, an-Naas, al-Falaq dan Yunus ayat 57. Penulis membedakan persepsi masyarakat yang pernah melakukan pengobatan tasapo dan yang tidak pernah melakukan pengobatan tasapo. Pada umumnya masyarakat yang pernah melakukan serangkaian pengobatan tasapo adalah dengan latar belakang pendidikan SLTA. Masyarakat yang melakukan praktik pengobatan tersebut umumnya mengetahui ayat apa saja yang digunakan oleh orang pintar serta masyarakat sudah mengetahui bahwa pengobatan ini terdapat kejanggalan. Namun, masyarakat tidak bisa secara mutlak untuk meninggalkannya disebabkan pengobatan ini sudah menjadi tabiat dan kepercayaan tersendiri bagi masyarakat sebagai pengobatan yang dianggap sangat ampuh. Sementara itu, untuk masyarakat yang tidak pernah melakukan serangkaian pengobatan tasapo dengan latar pendidikan SLTA hingga S1. Masyarakat mengetahui ayat apa saja yang dibacakan oleh orang pintar. Adapun pemahaman masyarakat tentang praktik pengobatan yang terjadi adalah sebaiknya masyarakat Jorong Kumpulan Pasaman Barat perlahan meninggalkan pengobatan tersebut karena sudah terlihat jelas terdapat kejanggalan serta keragu-raguan dalam praktik pengobatan yang dilakukan dan seharusnya mencari pengobatan alternatif lain misalnya seperti ruqyah.