Strategi Guru dan Orang Tua dalam Membimbing Screen Time pada Anak Usia Dini di Rumah Tahfiz Balita dan Anak (RUTABA) Al-Irsyad Koto Baru Dharmasraya
ABSTRAK Perkembangan teknologi digital membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan anak usia dini, termasuk dalam aspek pembelajaran dan kegiatan spiritual. Salah satu fenomena yang muncul adalah meningkatnya penggunaan waktu layar (screen time) pada anak, yang apabila tidak dibimbing dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi guru dan orang tua dalam membimbing screen time pada anak usia dini di Rumah Tahfiz Balita dan Anak (RUTABA) Al-Irsyad Koto Baru Dharmasraya, serta bentuk kolaborasi keduanya dalam menciptakan pembimbingan yang islami dan edukatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian terdiri dari guru dan orang tua peserta didik di Rumah Tahfiz RUTABA Al-Irsyad. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi guru dalam membimbing screen time dilakukan melalui keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan dan pengawasan aktif, serta integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kegiatan berbasis media digital; (2) strategi orang tua diwujudkan melalui pengaturan waktu penggunaan gawai, pemilihan konten islami, dan pendampingan langsung di rumah dengan memberi contoh positif; (3) kolaborasi guru dan orang tua terjalin melalui komunikasi rutin, kesepakatan aturan penggunaan media digital, dan kegiatan parenting islami yang menekankan sinergi antara lembaga dan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembimbingan screen time di Rumah Tahfiz RUTABA Al-Irsyad mencerminkan penerapan prinsip ta’dib (pembinaan adab) dan muraqabah (pengawasan diri) dalam pendidikan Islam. Dengan sinergi antara guru dan orang tua, screen time dapat diarahkan menjadi sarana edukatif dan spiritual yang mendukung hafalan serta pembentukan karakter Qur’ani anak usia dini.