Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Mata Pelajaran Informatika.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN INFORMATIKA DI SMPN 5 BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hafifah Salsa Nabila, NIM. 2522271, “Hubungan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan Hasil Belajar Siswa Kelas VII pada Mata Pelajaran Informatika di SMPN 5 Bukittinggi”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Hasil belajar merupakan tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran yang mencerminkan penguasaan peserta didik terhadap pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pencapaian hasil belajar yang optimal diduga berkaitan dengan penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), yaitu pendekatan belajar yang menekankan prinsip meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara pembelajaran mendalam (deep learning) dengan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran Informatika di SMP Negeri 5 Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 185 siswa kelas VII, dengan sampel sebanyak 112 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin melalui teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert untuk mengukur variabel pembelajaran mendalam (X) dan dokumentasi nilai untuk memperoleh data hasil belajar siswa (Y). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pembelajaran mendalam (deep learning) dengan hasil belajar siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (0,000 < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Namun, nilai koefisien korelasi Pearson sebesar -0,508 menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel berarah negatif dengan tingkat keeratan sedang, artinya semakin tinggi skor pembelajaran mendalam siswa pada angket, cenderung semakin rendah nilai hasil belajarnya, begitu juga sebaliknya. Arah negatif ini tidak berarti pembelajaran mendalam menyebabkan turunnya hasil belajar, karena penelitian ini hanya melihat hubungan (korelasi), bukan sebab-akibat. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,258 menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) menyumbang sekitar 25,8% terhadap variasi hasil belajar siswa, sedangkan 74,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini, seperti motivasi belajar, minat belajar, kemampuan awal, dan lingkungan belajar.

12 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail