ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
This article describes the exploration of religious tolerance from the perspective of Universitas Negeri Padang (UNP; Padang State University) students. The research is motivated by the development of a diverse conception of religious tolerance based on the authority of the state and the culture of local communities. Students are part of the academic community that is constantly in flux. However, the conception of religious tolerance from a student's perspective has not been developed comprehensively, so further studies are needed to understand how students explore religious tolerance at UNP. This research method uses a qualitative approach. The subjects of this study are active students across different study programs; they are also cross-organizations, cross-religious, and cross-cultural. We have also selected the active lecturers registered at UNP. Sampling was conducted with snowball sampling technique. Data collection uses in-depth interviews and observation.. The data analysis technique uses descriptive analysis. The results of this study reveal the indicators of religious tolerance from the perspective of UNP students, namely, being open toward differences, having mutual respect, having independence in acting, giving the freedom for people to carry out worship, and prioritizing positive interaction between individuals and interfaith groups. The results of this study can be used to construct student religious tolerance assessments.
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
ORGANISASI KEMASYARAKATAN</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<div>
1. Untuk meningkatkan wawasan pengetahuan terkhusus alumni terhadap pentingnya</div>
<div>
menulis karya imiah. </div>
<div>
2. Untuk meningkatkan wawasan pengetahuan terkhusus alumni terhadap tekhnk dan</div>
<div>
tatacara menulis karya ilmiah. </div>
<div>
3. Untuk meningkatkan wawasan pengetahuan terkhusus alumni tentang pentingnya</div>
<div>
peningkatan kualitas dan kuantitas karya ilmiah.</div>
<div>
4. Untuk meningkatkan pengetahuan terkhusus alumni tentang aplikasi managemen</div>
<div>
referensi. </div>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
Penguatan moderasi beragama bagi ASN Kemenag pada kegiatan cpaicity building dan evaluasi capaian kinerja perencanaan anggaran balai diklat Padang
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
Moderasi beragama adalah moderatnya pemahaman dan amalan beribadah dalam beragama, seimbang tidak ekstrem dan berlebih-lebihan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah Al-Quran dan Hadis sebagai kitab suci umat Islam mempunyai akar dan berpotensi besar mengajak umatnya untuk melakukan kekerasan dan teror terutama terhadap umat beragama lain. Dalam penelitiannya ini, penulis menggunakan metode tafsir maudhu’i yaitu mengangkat satu topik kemudian memilih beberapa ayat dan Hadis yang berkenaan dengan moderasi beragama kemudian menghubungkan dengan konteks-konteks yang terkait dengan masalah yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Quran dan Hadis tidak mengajak umat Islam untuk melakukan kekerasan, ekstrem dan berlebih-lebihan dalam beragama. Al-Quran dan Hadis menawarkan bahwa memahami dan mengamalkan agama harus melalui jalur keseimbangan dan berada di jalan tengah sehingga agama terkesan ramah, lembut dan kasih sayang. Bahkan keseimbangan merupakan suatu keniscayaan termasuk pada hukum alam sebagai harmoninya kehidupan. Jika tidak demikian dunia ini akan hancur dan binasa.
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
KONSEP MODERASI BERAGAMAKEMENTERIAN AGAMA
Moderasi beragama berarti cara beragama jalan tengah.
Dengan moderasi beragama, seseorang tidak ekstrem dan tidak berlebih-lebihan saat menjalani ajaran agamanya.
Cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama – yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum – berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Hamdi Pranata, NIM. 32122015, Pengembangan Modul Ajar Akidah Terintegrasi dengan Moderasi Beragama dalam Perspektif al-Qur’an di Pondok Pesantren Islam Al Mukmin (PPIM) Ngruki Sukoharjo. Program Doktor S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Pembelajaran Akidah di lingkungan pesantren pada umumnya masih didominasi oleh modul ajar yang berorientasi pada penyampaian materi secara tekstual dan belum sepenuhnya mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama secara sistematis. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran belum optimal dalam membentuk pemahaman keagamaan yang komprehensif, kontekstual, dan seimbang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar Akidah yang terintegrasi dengan moderasi beragama dalam perspektif al-Qur’an yang valid, praktis, dan efektif untuk digunakan pada santri kelas I SLTP Pondok Pesantren Islam Al Mukmin (PPIM) Ngruki Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli, guru, dan santri kelas I SLTP. Uji efektivitas dilakukan menggunakan desain kuasi eksperimen melalui perbandingan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket kepraktisan, tes hasil belajar, dan angket sikap moderasi beragama. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui uji validitas dengan indeks Aiken’s V, uji kepraktisan dengan persentase, serta uji efektivitas menggunakan independent samples t-test dan skor N-gain berdasarkan output SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan valid pada aspek materi dengan nilai Aiken’s V sebesar 0,64375, aspek bahasa sebesar 0,64375, dan aspek desain pembelajaran sebesar 0,80000. Tingkat kepraktisan berdasarkan respons guru mencapai 84,00% dan berdasarkan respons santri mencapai 88,33%, dengan persentase gabungan sebesar 87,25% yang berada pada kategori sangat praktis. Uji efektivitas menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Berdasarkan output SPSS, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 86,833, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 78,421. Skor N-gain kelas eksperimen sebesar 0,803 berada pada kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,634 berada pada kategori sedang. Hasil angket juga menunjukkan bahwa skor sikap moderasi beragama santri pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas modul didukung oleh desain pembelajaran yang sistematis, kontekstual, dan terintegrasi dengan nilai-nilai moderasi beragama dalam perspektif al-Qur’an. Modul yang dikembangkan tidak hanya memperkuat hasil belajar Akidah santri, tetapi juga menunjukkan skor sikap moderasi beragama yang lebih baik pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol pada pengukuran akhir pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Pengembangan Panduan Pramuka yang Menerapkan Kearifan Lokal Bernuansa Moderasi Beragama di MTsN Kabupaten Agam”. Penelitian ini dilakukan oleh Agus Salim, Nim : 32123001. Program Doktos S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi, 2025. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi kegiatan Pramuka di MTsN Kabupaten Agam yang masih bersifat umum dan belum sepenuhnya menginternalisasikan nilai-nilai budaya Minangkabau yang berpijak pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nilai-nilai lokal yang sarat dengan ajaran moral Islam seperti toleran, gotong royong, dan kebersamaan perlu dihidupkan kembali dalam kegiatan kepramukaan. Integrasi ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan kegiatan kepramukaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam melalui Integrasi kearifan lokal Minangkabau. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk penguatan penggalang madrasah agar memiliki sikap toleran, saling menghargai, gotong royong, serta berkepribadian luhur sesuai ajaran Islam. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Four-D yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Subjek penelitian terdiri dari pembina pramuka, anggota penggalang madrasah, serta para validator ahli di bidang pendidikan Islam, kepramukaan, dan moderasi beragama, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket validasi ahli, serta uji Praktikalitas dan efektivitas produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui panduan ini, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memahami nilai-nilai budaya dan ajaran Islam secara konseptual, tetapi juga didorong untuk menerapkannya secara nyata dan berkesinambungan dalam setiap kegiatan kepramukaan. Integrasi antara budaya lokal dan nilai-nilai keislaman tersebut tercermin dalam sikap dan perilaku penggalang saat berinteraksi, bekerja sama, serta menyelesaikan berbagai aktivitas kepramukaan. Nilai-nilai religius seperti ukhuwah, disiplin, toleransi, kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab tidak berhenti pada tataran teori, melainkan diwujudkan dalam tindakan konkret, seperti saling membantu antar anggota, menghargai perbedaan, mematuhi aturan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sehingga kegiatan kepramukaan menjadi wahana pembinaan karakter yang efektif dalam membentuk pribadi penggalang yang berakhlak mulia, moderat, dan berjiwa sosial. Panduan Pramuka yang dikembangkan memiliki tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas yang sangat baik. Panduan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman serta sikap positif antar anggota Pramuka penggalang di Madrasah Tsanawiyah. Dengan demikian, panduan ini layak dijadikan rujukan dalam pelaksanaan kegiatan pramuka di madrasah serta dapat berkontribusi dalam memperkuat pendidikan karakter Islami dan menumbuhkan sikap moderat di kalangan generasi muda madrasah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Moderasi Islam Inklusif: Studi Teologis Pemikiran Husein Ja’far dalam Program Log In di YouTube” disusun oleh M. Yusuf 4522006, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas keberagamaan masyarakat Indonesia yang hidup dalam lanskap sosial dan religius yang majemuk. Keberagaman agama yang seharusnya menjadi ruang perjumpaan iman kerap kali justru melahirkan sikap eksklusif, intoleransi, dan konflik bernuansa keagamaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan keberagamaan tidak hanya berkaitan dengan aspek sosial, tetapi juga berakar pada problem teologis, yakni cara manusia memahami iman, kebenaran, dan relasinya dengan Tuhan. Perkembangan teknologi informasi dan ruang digital semakin memperumit persoalan ini, karena ekspresi keimanan sering kali berlangsung tanpa refleksi teologis yang memadai. Husein Ja’far sebagai pemikir Muslim kontemporer menghadirkan gagasan-gagasan keislaman yang menekankan pentingnya moderasi dan inklusivitas sebagai konsekuensi dari iman yang berakar pada tauhid dan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Pemikirannya tidak diposisikan sebagai otoritas teologis klasik, melainkan sebagai representasi wacana teologi Islam kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat plural. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis konsep moderasi Islam inklusif dalam pemikiran Husein Ja’far sebagai persoalan teologis, bukan semata-mata sebagai respons sosial terhadap pluralitas. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana latar belakang dan kerangka pemikiran teologis Husein Ja’far? 2) Bagaimana konsep moderasi Islam inklusif dalam perspektif teologi Islam menurut Husein Ja’far? dan 3) Bagaimana moderasi Islam inklusif dimaknai dan diaktualisasikan dalam program Log In di YouTube? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) yang dilengkapi dengan analisis terhadap sumber audio-visual. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teologis-filosofis dengan metode analisis teks dan analisis wacana. Analisis teks digunakan untuk mengkaji gagasan-gagasan teologis Husein Ja’far terkait iman, tauhid, toleransi, dan moderasi Islam. Sementara itu, analisis wacana digunakan untuk memahami bagaimana gagasan tersebut diproduksi dan dimaknai dalam konteks keberagamaan kontemporer melalui program Log In. Sumber primer penelitian ini adalah episode-episode terpilih Log In Season 1 dan Season 2 yang ditayangkan di saluran YouTube Deddy Corbuzier serta karya-karya dan pemikiran Husein Ja’far yang relevan dengan tema penelitian. Adapun sumber sekunder berasal dari literatur teologi Islam, filsafat agama, dan kajian moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pemikiran teologis Husein Ja’far berangkat dari pemahaman tauhid yang menempatkan Tuhan sebagai sumber rahmat, keadilan, dan pemelihara seluruh manusia. Ia menolak pemahaman keimanan yang eksklusif dan reduktif yang menjadikan agama sebagai alat penghakiman dan dominasi. Kedua, moderasi Islam inklusif dalam pemikiran Husein Ja’far dipahami sebagai konsekuensi dari iman yang matang dan reflektif, yang menyadari keterbatasan manusia dalam memahami kebenaran Tuhan secara absolut. Moderasi tidak dimaknai sebagai kompromi terhadap akidah, melainkan sebagai ekspresi dari kemurnian iman yang tidak memerlukan pemaksaan untuk membuktikan kebenarannya. Ketiga, melalui program Log In, moderasi Islam inklusif diaktualisasikan sebagai praksis teologi Islam kontemporer yang dialogis, humanis, dan bertanggung jawab, terutama dalam merespons pluralitas agama di ruang digital. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa moderasi Islam inklusif merupakan konsep teologis yang relevan dan fundamental dalam memahami keberagamaan Islam kontemporer, khususnya dalam konteks masyarakat plural seperti Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul Nilai-Nilai Pendidikan Islam, Moderasi Beragama, dan Multikultural dalam Film Bajrangi Bhaijaan, yang disusun oleh Ferli Novanda, Nim: 2121253, dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran media film sebagai sarana penyampaian pesan pendidikan yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media dakwah dan pendidikan moral yang mampu menanamkan nilai-nilai positif kepada penontonnya. Salah satu film yang mengandung pesan moral, sosial, dan religius adalah Bajrangi Bhaijaan, yang menggambarkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, serta penghargaan terhadap perbedaan agama dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan Islam, moderasi beragama, dan multikultural yang terdapat dalam film Bajrangi Bhaijaan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research) dan analisis isi. Subjek penelitian adalah film Bajrangi Bhaijaan sebagai sumber data. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan pedoman analisis nilai yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung tiga kelompok nilai utama. Pertama, nilai pendidikan Islam, meliputi akidah, ibadah, dan akhlak. Kedua, nilai moderasi beragama, mencakup toleransi, komitmen kebangsaan, anti kekerasan, serta sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Ketiga, nilai multikultural, meliputi penghargaan terhadap perbedaan, solidaritas sosial, dialog antarbudaya, keadilan sosial, dan partisipasi sosial. Kata Kunci: nilai pendidikan Islam, moderasi beragama, multikultural, film Bajrangi Bhaijaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Elsa Hasanah, Nim: 2121242. Skripsi “Analisis Pendidikan Moderasi Beragama pada Podcast LOGIN Season 2”. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi 2025 M/1446H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pernyataannya habib jafar didalam podcast login season 2 episode 30 beliau mengatakan banyak orang yang bukan hanya meninggalkan tuhan tapi bahkan menuhankan diri dengan menuduh orang yang berbeda itu kafir, sesat bahkan berhak di berlakukan seenaknya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan moderasi beragama pada podcast login season 2 episode 09, 14, 24 dan 30. Dan juga untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan pendidikan moderasi beragama melalui podcast login. Penelitian yang menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian Deskriftif dan pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, dokumentasi. Teknik keabsahan data yang di gunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Kemudian teknik analisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis pada podcast login season 2 episode 09, 14, 24 dan 30, terdapat nilai pendidikan moderasi beragama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Penggunaan podcast sebagai media pendidikan moderasi beragama juga terdapat kelebihan dan kekurangan nya. Kelebihannya yaitu aksesibilitas, penggunaan humor dan cerita yang relevan, inklusivitas, saran yang dapat ditindaklanjuti untuk kehidupan sehari-hari, pesan yang jelas dan mudah dipahami, mendorong penerapan toleransi di masyarakat dan banyak hal yang bisa dijadikan pembelajaran. Sedangkan kekurangan nya ialah kurang memiliki terjemahan (subtitle/translate), harusnya bisa ditayangkan di tv dan materi yang dibahas masih kurang diperdalam. Dengan adanya temuan ini, diharapkan agar kita tidak mengabaikan kebenaran, tetap jujur dan lebih terbuka menerima perbedaan. Setiap orang memiliki agama dan keyakinan yang berbeda dan harus kita semua hargai dan hormati. Moderasi harus ditumbuhkembangkan sebagai komitmen bersama yang harus dijaga keseimbangannya dan mau mendengarkan pendapat satu sama lain. Menghormati ajaran yang berbeda dengan kita, menghargai tradisi agama lain, menghargai perbedaan dan tidak merasa benar atas kepercayaan mereka sendiri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berisi tentang Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Mengembangkan Sikap Moderasi Beragama Di SMA N 1 Bukittinggi. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Mengembangkan Sikap Moderasi Beragama Di SMA N 1 Bukittinggi dan Apa Saja Faktor Pendukung Dan Penghambat Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Mengembangkan Sikap Moderasi Beragama Di SMA N 1 Bukittinggi. Adapun tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui Bagaimana Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Mengembangkan Sikap Moderasi Beragama Di SMA N 1 Bukittinggi dan untuk mengetahui Apa Saja Faktor Pendukung Dan Penghambat Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Mengembangkan Sikap Moderasi Beragama Di SMA N 1 Bukittinggi. Yang mana menjadi permasalahan di SMA 1 Bukittinggi ini adalah perubahan kurikulum 13 menjadi kurikulum merdeka. Dalam kurikulum 13 moderasi beragam ada, namun ada kekurangan dalam menyampaikan materi moderasi beragama. Sehingga siswa belum dapat memahami secara baik dan benar. Hal tersebut yang membuat penulis tertarik untuk mengetahui “Strategi Guru Pendidikan Agma Islam (PAI) Dalam Mengembangkan Sikap Moderasi Beragama Di SMA N 1 Bukittinggi”. Strategi guru pendidikan agama dalam penguatan moderasi beragama peserta didik di SMA N 1 Bukittinggi, dilakukan melalui beberapa cara yaitu : melalui pembelajaran dengan strategi pembelajaran langsung, strategi pembelajaran ekspositori, strategi pembelajaran kontekstual dan strategi pembelajaran berbasis masalah, melalui pembiasaan,melalui pembelajaran, melalui keteladanan. Faktor pendukung dan penghambat strategi guru pai dalam mengembangkan sikap moderasi beragama di SMA N 1 Bukittinggi: faktor pendukungnya yaitu, terjalinnya kerja sama antara orang tua dan guru dan kerja samanya antara guru PAI dengan guru bidang studi lain. Faktor penghambatnya yaitu, faktor lingkungan dan faktor media sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Fatikah Gita Slviana NIM 2120162 dengan judul “Internalisasi Nilai – Nilai Moderasi Beragama Peserta Didik Melalui Pembelajaran Aswaja di MTs Hidayatul Mubtadiin Assiaki Dayun Riau.” Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 1446 H / 2024 M. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang tepat dalam pembelajaran agama islam dalam upaya menginternalisasi nilai – nilai moderasi beragama melalui kegiatan pembelajaran Aswaja di MTs Hidayatul Mubtadiin. Penelitian ini berlatar belakangi oleh siswa yang belum maksimal dalam menetukan standar sikap dan penyatuan sikap melalui hasil pembelajaran Aswaja dalam moderasi beragama di MTs Hidayatul Mubtadiin. Jenis penelitian yang digunakan penulis ialah metode kualitatif. Penelitian yang dimaksud yaitu untuk mengumpulkan informasi mengenali status gejala yang ada, seperti keadaan gejala yang menurut apa adanya pada saat penelian dilakukan di MTs Hidayatul Mubtadiin. Penelitian ini di fokuskan pada permasalahan atas dasar fakta yang ditemukan dilapangan seperti, gambaran kurikulum moderasi beragama, proses pembelajaran internalisasi nilai – nilai moderasi beragama pada serta didik melalui pembelajaran Aswaja serta faktor pendukung dan faktor penghambat dalam internalisasi nilai – nilai moderasi beragama. Pengumpulan data yang peneliti lakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan analisis data, penyajian data dan kesimpulan. Partisipan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru pembelajaran Aswaja dan guru Pembelajaran Fikih. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di MTs Hidayatul Mubtadiin diketahui bahwa dalam proses pembelajaran guru hanya menggunakan metode pemahaman atau muatan lokal atau juga bisa disebut dengan hidden kurikulum yang mana lebih mengutamakan pada pengembangan sikap, karakter, kecakapan, dan keterampilan yang berguna bagi siswa dan dapat melengkapi pendidikan yang kurang dalam kurikulum formal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul "Penguatan Sikap Moderasi Beragama pada Siswa di SD Fransiskus Bukittinggi", yang ditulis oleh Rahmi Fadila, 2120176, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN), Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2024. Penelitian ini dilakukan karena masih ditemukan adanya sikap intoleransi dan kurangnya pemahaman tentang moderasi beragama di kalangan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara ilmiah upaya yang dilakukan dalam menguatkan sikap moderasi beragama di kalangan siswa serta faktor pendukung dan penghambat penguatan sikap moderasi beragama pada siswa SD Fransiskus Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, karena peneliti berupaya untuk mendeskripsikan bagaimana upaya penguatan sikap moderasi beragama diterapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data utama adalah Kepala sekolah dan guru agama, sedangkan informan pendukung adalah siswa SD Fransiskus Bukittinggi. Validitas data diperiksa menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan sikap moderasi beragama di kalangan siswa sangat penting dan perlu dilakukan melalui berbagai strategi. Pertama, insersi (penyisipan) moderasi beragama pada materi yang relevan terutama dalam pembelajaran agama. Kedua, pendekatan di dalam kelas melalui diskusi dan dialog interaktif antara guru dan siswa. Ketiga, kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan yang mendukung keragaman dan toleransi. Keempat, evaluasi berkelanjutan untuk mengukur perkembangan sikap moderasi beragama siswa. Faktor pendukung dalam upaya ini meliputi kebijakan sekolah yang mendukung, kekompakan antara guru dan siswa, serta sarana prasarana yang memadai. Namun, terdapat juga faktor penghambat seperti siswa yang terpengaruh oleh sosial media, yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku mereka terhadap moderasi beragama. Kata kunci: Penguatan, Moderasi beragama
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Peran Penyuluh Agama dalam Implementasi Moderasi Beragama Pada Masyarakat Multikultural di Kota Palembang” disusun oleh Lola Adhelliah Putri, Nim 4520017 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena keberagaman masyarakat di Kota Palembang. Keberagaman tersebut terdiri dari beberapa askep seperti keberagaman agama, suku/etnis, budaya/tradisi, ras dan lain sebagainya yang menjadi karakteristik dari multikulturalisme. Dari adanya keberagaman tersebut menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana masyarakat yang berasal dari identitas (agama, suku, ras) dapat bersama-sama membangun kehidupan yang harmonis dan saling menerima keberadaan satu dengan yang lainnya. Ketika masyarakat dapat memahami dan menerima kondisi tersebut, siapa yang menjadi aktor dalam mengupayakan untuk merubah cara pandang dan sikap masyarakat yang ada di Kota Palembang untuk bisa saling menerima antara identitas satu dengan yang lainnya, sehingga masing-masing kelompok masyarakat yang berbeda-beda tersebut dapat dengan bebas mengekspresikan ajaran dan pengamalan yang ada pada masing-masing identitas (agama,suku, budaya dan lain-lain). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan melihat fenomena kondisi sosial dan budaya yang terjadi di lapangan. Sasaran dari penelitian ini ialah tentang bagaimana penyuluh agama dalam mengupayakan atau mencari solusi menanamkan kehidupan yang harmonis bersesuaian dengan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat di Kota Palembang. Penelitian ini juga menggunakan sumber primer yang berasal dari informan di lapangan berupa data-data penting sesuai kebutuhan data skripsi dan menggunakan sumber sekunder sebagai sumber data tambahan. penelitian ini juga menggunakan analisis data penyajian data (data display), reduksi data (data reduction), verifikasi data (data verification) dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing). Kesimpulan dari penelitian ini yang pertama tentang kondisi masyarakat Kota Palembang yang bersifat multikultural yaitu masyarakatnya memiliki keberagaman agama, suku/etnis, budaya/tradisi, ras dan lain sebagainya. Kedua tentang bagaimana peran penyuluh agama dalam mengupayakan penerapan moderasi beragama pada masyarakat di Kota Palembang dengan berbagai cara yaitu melakukan sosialisasi atau pembinaan, melakukan dialog antar agama maupun melakukan bantuan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat umum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini ditulis oleh Taslim, NIM. 4519013, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Prinsip Moderasi dalam Akhlak Ibnu Miskawaih”. Tulisan ini bermaksud untuk menjeslakan tentang prinsip moderasi dalam akhlak Ibnu Miskawaih. Prinsip keadilan Ibnu Miskawaih berdasarkan pada buku yang berjudul Menuju Kesempurnaan Akhlak yang menjadi rujukan pada penelitian ini. Salah satu misi utama dalam Agama Islam adalah untuk menyempurnakan Akhlak manusia. Akhlak merupakan hal yang sangat penting dan mendasar, karena dengan Akhlak dapat ditetapkan ukuran segala perbuatan manusia, baik buruk, benar salah, halal dan haram. Manusia tanpa Akhlak akan hilang derajat kemanusiaannya sebagai makhluk Allah yang paling mulia. Adil titik tengahnya antara berbuat zalim dan dizalimi. Adil merupakan satu kebajikan atau kebaikan yang menyebabkan seseorang adil terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Adapun sumber pendukung dalam penelitian ini yaitu buku-buku moderasi, buku-buku filsafat, beberapa artikel terkait mengenai Moderasi dan akhlak, dan beberapa jurnal. Hasil dari penelitian ini sampai kepada kesimpulan bahwa Pemikiran Ibnu Miskawaih, keadilan diterjemahkan sebagai pertengahan antara al zhulm dan al Inzhilam. Al Zhulum berarti memperoleh hak milik dari sumber dan cara yang tidak semestinya (berbuat aniaya). Adapun al inzhilam adalah menyerahkan hak milik kepada yang tidak semestinya atau dengan cara yang tidak semestinya pula (teraniaya). Miskawaih mungkin menekankan perlunya menghargai perbedaan antara individu-individu, suku, atau kelompok dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah Akhlak menurut Ibnu Miskawaih sebuah kondisi jiwa manusia yang secara spontan mendorongnya untuk melakukan suatu perbuatan tanpa berpikir dan ragu. Keutamaan Akhlak terdiri dari sederhana, keberanian, keadilan. Pendidikan Akhlak menurut Ibnu Miskawaih adalah pendidikan yang difokuskan untuk mengarah manusia kearah yang lebih baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini ditulis oleh Silvia Lusi Susanti NIM 4619041, Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Eksistensi Rumah Moderasi Beragama dalam Menangkal Isu Radikalisme Di Kalangan Civitas Akademika UIN Imam Bonjol Padang”. Penelitian ini di latar belakangi oleh perintah pendirian Rumah Moderasi Beragama di kampus PTKI/PTKIN yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI sesuai dengan aturan Direktur Jendral Pendidikan Islam nomor B-717.2/DJ.I/Dt.I.III/HM.01/03/2021 perihal Petunjuk Teknis Rumah Moderasi Beragama. Yang mana beberapa kampus islam negeri di Sumatera Barat telah mendirikan Rumah Moderasi Beragama yang salah satunya di bentuk di UIN Imam Bonjol Padang Sumatera Barat. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk eksistensi Rumah Moderasi Beragama dalam menangkal isu radikalisme dikalangan civitas akademika UIN Imam Bonjol Padang Dan Faktor Pendorong Dan Penghambat Terbentuknya Rumah Moderasi Beragama UIN Imam Bonjol Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode penelitian kualitatif yang menekankan pada aspek kedalaman informasi yang di peroleh melalui wawancara yang dilaksanakan di lapangan. Lokasi penelitian di kampus II UIN Imam Bonjol Padang. Dalam pengumpulan data penelitian ini yang menjadi informan kunci yaitunya pengurus Rumah Moderasi Beragama, dan informan pendukung yaitu dosen UIN Imam Bonjol dan Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Hasil penelitian ini menunjukkan tentang keberadaan Rumah Moderasi Beragama : Pertama yaitunya terlihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuk nya rumah moderasi beragama faktor pendorong yaitunya adanya perbedaaan dan saling ketergantungansatu dengan yang lainnya, kerja sama eksternal, adanya sikap saling menghargai dan toleransi, persamaan tujuan, perkembangan zaman, faktor penghambat secara lembaga menjadi Baik Dari Sk, Struktur, Sekterariat, Program Kerja, Kebijakan, Sosialisasi, Penerapan, Evaluasi Dan Juga Tindak Lanjut. Faktor pendorong terbentuknya rumah moderasi beragama secara nasional, lokal dan sosial. Dan faktor penghambatnya yaitu secara lembaga, kebijakan, kurangnya sumber daya finansial, dan ketidak stabilan politik. Kedua Eksistensi Rumah Moderasi Beragama dalam Menangkal Isu Radikalisme dikalangan Civitas Akademika dilihat juga dari peran Rumah Moderasi Beragama dalam Menangkal Isu Radikalisme dikalangan Civitas Akademika, Kebijakan Rumah Moderasi Beragama, Sosilisasi, Evaluasi, dan tindak lanjut kegiatan, Eksistensi Rumah Moderasi Beragama yang ada di UIN Imam Bonjol Padang telah menjadi diseminasi untuk merubah cara pandang , sikap dan praktik beragama mederat kepada masyarakat UIN Imam Bonjol Padang dan masyarakat luas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keanekaragaman yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadikan banyak problem dan konflik antar umat, baik secara budaya bahkan agama. Sehingga memaksa pemerintah Indonesia untuk meluncurkan proyek pada tahun 2019 melalui Kementerian Agama Lukman Hakim yang dikenal dengan Moderasi Agama. Isu pertikaian antar umat beragama sering terjadi di Indonesia bahkan kekerasan terhadap umat beragama. Proyek Moderasi Beragama diharapkan mampu menentralisir dan meredam kebenciang, ketidaksukaan bahkan kekerasan dalam beragama. Komitmen Gusdur dalam kebangsaan dibagi dalam 2 tema besar yaitu Pemikiran dan Perilaku Gusdur. Dalam pemikiran Gus Dur selalu ingin menjaga keutuhan bangsa karena bagi Gus Dur tidak ada yang paling penting dan berharga melainakan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Komitmen Gusdur dari segi pemikiran yaitu Pemikiran tentang Islam dan Negara, Pemikiran tentang Islam dan Pancasila, dan Pemikiran tentang Islam dan Kemajemukan Bangsa. Gus Dur berusaha mengurai bagaimana Islam sebagai agama sejalan dengan Negara sebagai tempat warga Negara yang sebagian besar orang mengatakan bahwa agama haruslah menjadi aturan bagi sebuah Negara tetpi Gus Dur menjelaskan bahwa antara Agama dan Negara suatu hal yang tidak bisa terpisahkan. Gus Dur juga menyatakan semua komitmennya terhadap bangsa dalam bentuk perilaku yaitu Tidak melakukan perlawanan dengan MPR setelah diturunkan dari kursi kepresidenan, Pencabutan Inpres No 14 tahun 1967 dan Kebijakan Gus Dur terhadap Referendum Aceh. Semua yang disampaikan Gus Dur dalam bentuk pemikiran dan juga perilaku memiliki keterkaitan dan relevansi dengan Moderasi Beragama di Indonesia yaitu Komitmen Gus Dur terhadap bangsanya ternyata sejalan dengan Moderasi Agama yang menjadi proyek strategis Indonesia saat ini. Dimana antara komitmen kebangsaan yang coba ditawarkan Gus Dur merupakan suatu yang moderat dan sesuai dengan cita-cita moderasi di Indonesia. Berikut relevansi komitmen kebangsaan Gus Dur dengan moderai beragama: Relevansi komitmen kebangsaan Gus Dur dengan anti kekerasan sebagai indikator moderasi beragama, Relevansi dengan komitmen kebangsaan, Relevansi komitmen kebangsaan Gus Dur dengan toleransi danRelevansi komitmen kebangsaan Gus Dur dengan akomodatif terhadap budaya lokal. Meskipun Gus Dur hanya menjabat kurang lebih 2 tahun tetapi apa yang dilakukan oleh Gus Dur telah memilki sikap terhadap bangsa yang sangat kuat dimana Gus Dur tetap teguh terhadap sikap nya demi terjaganya persatuan di negeri ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini atas nama Rahma Dini NIM. 4519006 Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, yang berjudul “Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Dalam Implementasi Nilai Moderasi Beragama Dalam Masyarakat Multikultural (Studi Kasus di Kabupaten Pasaman)”. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa di Kabupaten Pasaman terdapat masyarakat yang multikultural, dimana di ranah kabupaten pasaman terdapat 3 agama yaitu; Islam, Khatolik dan Protestan. Meskipun multikultural, Kabupaten Pasaman dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran FKUB dalam implementasi nilai moderasi beragama dalam masyarakat multikultural di Kabupaten Pasaman, dan untuk menganalisis faktor pendorong dan penghambat implementasi nilai moderasi beragama dalam masyarakat multikultural di Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan empirik mengingat objek penelitiannya adalah aktifitas yang hidup di masyarakat. Sumber data primer penelitian ini adalah pengurus forum kerukunan umat beragama (FKUB), tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dalam metode pengumpulan data, ada tiga metode berbeda yang digunakan untuk menganalisis data yaitu; Data reduction (reduksi data), Data display (penyajian data)dan Verivikasi (menarik kesimpulan). Penelitian ini menemukan beberapa kesimpulan signifikan. Pertama peran FKUB dalam implementasi nilai moderasi beragama dalam masyarakat multikultural sebagai fasilitator, mediator, dan komunikator dari pemerintah: melakukan dialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, menampung dan menyalurkan aspirasi organisasi keagamaan, gemakan tahun toleransi, dan membuka kampung moderasi. Adapun faktor yang mendukung terlaksananya peran tersebut diantaranya adalah Adanya dukungan pemerintah, majelis agama, ormas keagamaan, pemuka agama, dan masyarakat, karena masyarakat di kabupaten Pasaman masih mengutamakan kerukunan, jadi ketika ada suatu konflik mereka masih mudah untuk didamaikan.Berkurangnya kesenjangan polotik, ekonomi, sosial, dan budaya antar umat beragama. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat pelaksanaan peran fkub di Kabupaten Pasaman adalah baik eksternal maupun internal, dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Diantara faktor eksternal tersebut adalah kemunculan kelompok- kelompok radikal. Faktor penghambat lain adalah sikap eksklusif. Sikap eksklusifistik memang tidak dapat dihindari dalam beragama, sesuai dengan tingkat pengetahuan, pemikiran, dan pemahaman keagamaan seseorang. Namun jika sikap ini diekspresikan di depan publik, baik secara lisan maupun tulisan, dengan cara yang berlebihan dan disertai dengan menyalahkan dan menyesatkan orang lain yang tidak sependapat dengannya, maka dengan sendirinya sikap ekstrim ini akan mengganggu kerukunan umat beragama. Hambatan lainya adalah pemahaman agama yang sempit. Dalam menjalankan tugas-tugasnya, secara internal. FKUB menghadapi beberapa kendala, diantaranya pertama, di beberapa daerah pendanaan untuk melaksanakan program-progam FKUB belum memadai atau masih terbatas, demikian juga sarana dan prasarana yang belum representatif dalam menunjang kinerja FKUB.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini, dilatar belakangi oleh Indonesia adalah Negara yang multikultural termasuk agama menjadi tantangan karena dapat menjadi memicu konflik dan perpecahan jika tidak dikelola dengan baik, munculnya aksi terorisme yang mengatasnamakan agama dan munculnya gerakan-gerakan yang ingin adanya perubahan terhadap ideologi. Pondok pesantren secara konsisten menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada santri dengan menggunakan pendekatan pemahaman yang moderat, jauh dari sikap fanatisme buta dan liberalism. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif dengan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, penyebaran angket/kuesioner penelitian, wawancara dan dokumentasi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Indeks Moderasi Beragama di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Dalan Lidang Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indeks Moderasi Beragama di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Dalan Lidang Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal sangat kurang. Disebabkan oleh kurangnya pemahaman moderasi beragama di lingkungan pesantren.