Komunikasi Persuasif Dukun Bedeng Untuk Meyakinkan Pasien Dalam Proses Pengobatan Alternatif
Skripsi ini berjudul “Komunikasi Persuasif Dukun Bedeng Untuk Meyakinkan Pasien Dalam Proses Pengobatan” yang dituliskan oleh Ira Rahmana dengan NIM 4322051, merupakan mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negri Syejch M. Djamil Djambek Bukittinggi. Komunikasi persuasif memiliki peran penting dalam praktik pengobatan tradisional yang masih dipercaya oleh masyarakat Pasaman, Sumatera Barat. Dukun Bedeng dipandang tidak hanya sebagai penyembuh, tetapi juga sebagai figur yang mampu membangun keyakinan pasien melalui komunikasi yang menenangkan, simbolik, dan sarat makna spiritual. Proses pengobatan yang dijalankan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga psikologis dan spiritual pasien. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori komunikasi persuasif Carl Hovland yang menekankan unsur komunikator, pesan, media, dan komunikan. Hasil temuan menunjukkan bahwa Dukun Bedeng memanfaatkan komunikasi verbal dan nonverbal, seperti bahasa sugestif, ritual pengobatan, serta sikap empatik untuk menumbuhkan kepercayaan pasien. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan komunikasi persuasif dalam praktik pengobatan tradisional oleh Dukun Bedeng berjalan dengan baik. Hal ini tercermin dari terpenuhinya unsur-unsur komunikasi persuasif menurut teori Carl Hovland, yaitu komunikator, pesan, media, dan komunikan. Dukun Bedeng mampu menyampaikan pesan sugestif melalui komunikasi verbal dan nonverbal yang sesuai dengan kondisi pasien, sehingga membentuk kepercayaan dan keyakinan pasien terhadap proses pengobatan yang dijalani.