Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: KDRT.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hadis Perempuan Bagaikan Tawanan Laki-Laki Studi Ma'anil Hadis dan Relevansinya Terhadap Relasi Suami Istri

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari adanya hadis-hadis yang secara tekstual tampak bias gender, salah satunya adalah hadis yang mengibaratkan posisi perempuan sebagai tawanan bagi laki-laki. Pemahaman yang hanya terpaku pada makna harfiah terhadap hadis tersebut sering kali disalahgunakan untuk melegitimasi praktik subordinasi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Penelitian ini bertujuan untuk menelaah makna hadis tersebut melalui pendekatan Ma’anil Hadis serta menganalisis relevansinya terhadap pola hubungan suami istri di era kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data primer bersumber dari Kitab Sunan Tirmidzi dan Sunan Ibnu Majah, sedangkan data sekunder mencakup kitab syarah serta literatur pendukung lainnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis menggunakan teori Ma’anil Hadis dari Yusuf al-Qardhawi yang meliputi analisis linguistik, konteks historis (asbabul wurud), serta korelasi dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah ‘awan (tawanan) dalam hadis tersebut merupakan bentuk majaz tasybih (metafora) yang menggambarkan posisi perempuan yang membutuhkan perlindungan, bukan dalam arti hamba sahaya secara harfiah. Hadis ini disampaikan Rasulullah SAW pada peristiwa Haji Wada’ sebagai wasiat untuk menjunjung tinggi martabat perempuan. Relevansi hadis ini terhadap relasi suami istri mencakup tiga poin utama: pertama, perubahan paradigma istri sebagai mitra sejajar dalam rumah tangga, bukan sebagai pihak yang dikuasai; kedua, penguatan nilai-nilai perlindungan perempuan dari segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik secara fisik maupun psikis; dan ketiga, penegasan tanggung jawab ekonomi suami melalui pemberian nafkah secara patut (ma’ruf). Dengan demikian, pemahaman kontekstual terhadap hadis ini justru menjadi landasan bagi terciptanya relasi keluarga yang harmonis dan berkeadilan.

8 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail