Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Penulis: MUHAMMAD ARSYAD
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peranan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM A) Dalam Mengembangkan Usaha Kecil Masyarakat (Studi Kasus LKM A Taluk Tigo Sakato Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Peranan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM A) Dalam Mengembangkan Usaha Kecil Masyarakat (Studi Kasus LKM A Taluk Tigo Sakato Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan)” yang ditulis oleh Muhammad Arsyad, NIM 3320298, Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini dilatarbelakangi oleh masih adanya nasabah LKMA Taluk Tigo Sakato yang belum mampu mengembangkan usahanya secara optimal meskipun telah memperoleh pembiayaan. Padahal, tujuan pemberian pembiayaan oleh Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) adalah untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan modal usaha, mengembangkan usaha, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi. Namun pada kenyataannya masih terdapat nasabah yang mengalami pendapatan yang relatif rendah dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah memperoleh pembiayaan. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Adapun informan atau narasumber yang akan dijadikan sumber data primer dalam penelitian ini adalah melakukan wawancara dengan pihak LKMA dan nasabah. Selain itu penulis juga menggunakan data sekunder yang di dapat dari jurnal, buku-buku, skripsi, dan informasi lain yang terkait dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis menemukan bahwa pengelolaan LKMA Taluk Tigo Sakato dalam mengembangkan usaha kecil masyarakat telah berjalan cukup baik. Pengelolaan dilakukan melalui fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Hambatan yang dihadapi oleh LKMA Taluk Tigo sakato adalah perbedaan sistem pembayaran, ketidakstabilam pendapatan, rendahnya kemampuan pengelolaan keuangan nasabah, kurangnya pengawasan dari pihak LKMA, rendahnya pengetahuan dan keterampilan usaha masyarakat, risiko kredit macet, kurangnya kesadaran menabung, kurangnya pembinaan dan pelatihan usaha, serta faktor ekonomi dan kondisi pasar. LKMA Taluk Tigo Sakato memilki peran yang sangat penting dalam mengembangkan usaha kecil masyarakat. LKMA tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penyedia modal usaha, tetapi juga berperan dalam meningkatkan produktivitas usaha, pendapatan, serta kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA), Pembiayaan Usaha, Pengembangan Usaha Kecil, Pemberdayaan Ekonomi, Pendapatan Masyarakat

9 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Persistent Taboo Understanding Mental Illness and Stigma Among Indonesian Adults Through Grounded Theory

2018•Koleksi Perpustakaan

This study explored stigma associated with mental illness among Indonesian adults living in Indonesia. It investigated how mentally ill adults (both mentally ill patients and mental health nurses) perceive mental illness and how they respond to stigmatization on a daily basis. Given the current state of knowledge with regards to the meaning and process of stigma and mental illness among adults in Indonesia, a constructivist grounded theory was considered to be the method of choice for this study. We recruited 15 nurses and 15 patients to participate in the study; all from a psychiatric hospital in Indonesia. Data collection methods involved semi-structured interviews with the 30 participants as well as mute evidence, field notes and memos. Data analysis occurred over a period of six months. In keeping with the basic principles of a grounded theory method (Charmaz, 2006) as well as Paillé's (1994) structure for data analysis which are congruent with Charmaz's principles and include stages of codification, categorization, linking categories, integration, conceptualization, and theorization, 5 discrete but interrelated categories were produced: 1) treatment of mental illness; 2) violence; 3) fear; 4) constructing cursed citizens; and 5) stigmatization. Research results show that the experience of stigma for mentally ill patients in Indonesia is pervasive and impedes mental health services utilization. The stigmatization of mental illness is manifested by family members, members of the community, mental health professionals and staff, and also by governmental institutions and the media. Stigmatization is characterized by violence, fear, exclusion, isolation, rejection, blame, discrimination, and devaluation. Moreover, because of their (mis)understanding of mental illness, patients and families turn to alternative treatments provided by non-professionals (shamans, Islamic leaders, paranormals and traditional Chinese medicine); these individuals play a central role in supporting and offering solutions for someone suffering from a mental illness. In Indonesia, stigma affects mentally ill individuals at many levels. Until stigma associated with mental illness is addressed nationwide, those suffering from mental illness will continue to suffer and be prevented from accessing mental health services. As the results of this study have shown, patients seeking treatment experience violence and fear. Families and their mentally ill relatives have been expelled by their community, or have simply disappeared. Both physical and psychological abuse and humiliation have led to patients being avoided, rejected, and neglected, and thus isolated, hidden, or abandoned to the streets. There is a pressing need to combat mental illness stereotypes in Indonesia and health professionals, namely nurses, government agencies as well as the media must play a pivotal role in this process.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengantar Sistem Manufaktur

2017•Koleksi Perpustakaan

Pada bab 1 akan dibahas mengenai definisi tentang produksi dan manufaktur, prinsip-prinsip manufaktur, sumber-sumber produksi, produk yang dihasilkan, proses produksi, dan organisasi produksi. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam bab ini adalah setelah mempelajari materi perkuliahan ini, mahasiswa akan memiliki kompetensi dalam menjelaskan konsep dasar dan prinsip-prinsip dari manufaktur. Pada bab kedua akan dibahas mengenai definisi tentang sistem manufaktur dan aspek-aspek yang mempengaruhi sistem manufaktur (produksi). Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam bab ini adalah setelah mempelajari materi perkuliahan ini, mahasiswa akan memiliki kompetensi dalam menjelaskan dasar-dasar sistem manufaktur dan aspek-aspek yang berpengaruh. Total bab yang ada dalam buku ini adalah 13 bab.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail