Nilai-Nilai Ekoteologi Islam dalam Gerakan Eco-Pesantren di Pondok Pesantren Agro Nurul Islam Galang, Batam
Tesis ini berjudul “Nilai-Nilai Ekoteologi dalam Gerakan Eco-Pesantren di Pondok Pesantren Agro Nurul Islam Galang Batam” disusun oleh Heru Ardiansyah, NIM 40124009 Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN Sjech M.Djamil Djmabek Bukittinggi 2026 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis lingkungan yang semakin kompleks menunjukkan bahwa kerusakan ekologis tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh melemahnya kesadaran moral dan spiritual manusia terhadap alam. Dalam persoalan tersebut dapat dipahami melalui pendekatan ekoteologi yang memandang manusia sebagai khalifah yang memiliki amanah untuk menjaga keseimbangan ciptaan Allah SWT. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai ekoteologi Islam yang terkandung dalam gerakan eco-pesantren, menganalisis implementasinya dalam praktik pendidikan dan kehidupan sehari-hari di Pondok Pesantren Agro Nurul Islam Galang Batam, serta mengkaji faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis interpretatif melalui studi lapangan di Pondok Pesantren Agro Nurul Islam Galang Batam. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengungkap makna teologis yang melandasi praktik ekologis di lingkungan pesantren. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa Pertama, gerakan eco-pesantren di Pondok Pesantren Agro Nurul Islam dibangun di atas empat nilai utama ekoteologi Islam, yaitu tauhid, khalifah, amanah, dan mizan sebagai prinsip keseimbangan ekologis. Kedua, Nilai-nilai tersebut diimplementasikan melalui program pertanian berkelanjutan, penghijauan, pengelolaan sampah, integrasi materi lingkungan dalam pendidikan pesantren, pembiasaan perilaku ramah lingkungan, serta pelibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan ekologis. Implementasi tersebut membentuk kesadaran ekologis santri yang tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga berlandaskan pada kesadaran spiritual bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. Ketiga, Keberhasilan gerakan didukung oleh kepemimpinan pesantren, budaya kelembagaan, dan partisipasi aktif warga pesantren, sedangkan keterbatasan sarana, pendanaan, sumber daya manusia, serta pengaruh lingkungan eksternal menjadi faktor penghambat.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gerakan eco-pesantren tidak hanya menjadi praktik pelestarian lingkungan, tetapi juga merupakan manifestasi nilai-nilai ekoteologi Islam yang mampu membangun kesadaran ekologis berbasis spiritual, memperkuat peran pesantren sebagai agen transformasi sosial, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian ekoteologi Islam dan pendidikan lingkungan berbasis pesantren.