Analisis Fiqh Siyasah Terhadap Peran Ulama Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Untuk Menolak Money Politic Pada Pemilu Tahun 2024 (Studi di Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok)
Skripsi ini berjudul “Analisis Fiqh Siyasah Terhadap Peran Ulama Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Untuk Menolak Money Politic Pada Pemilu Tahun 2024 (Studi di Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok)”, yang ditulis oleh Aldi Syahdan Maulana, NIM 1320085, Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ulama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, terhadap penolakan money politic pada Pemilu tahun 2024 dengan pendekatan fiqh siyasah. Fiqh siyasah, sebagai bagian dari ilmu fiqh yang mengatur tata kelola pemerintahan dan politik dalam Islam, memberikan dasar normatif bagi ulama untuk berperan dalam mengarahkan masyarakat menuju demokrasi yang bersih dan berintegritas. Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama di Kecamatan Gunung Talang memainkan peran krusial dalam menyadarkan masyarakat akan bahaya dan dampak negatif money politic. Melalui berbagai aktivitas keagamaan seperti ceramah, pengajian, dan diskusi publik, ulama menyampaikan ajaran Islam yang menekankan pentingnya kejujuran, integritas, dan etika dalam proses pemilihan umum. Walaupun masih kurang efektif karena kurangnya dukungan dari pemerintah, dan juga akibat dari banyaknya faktor yang menyebabkan budaya money politic di masyarakat sulit untuk di hilangkan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan sinergi antara ulama, pemerintah, dan lembaga pemilu dalam kampanye anti money politic, serta penyelenggaraan pendidikan politik yang berkelanjutan untuk membangun budaya politik yang bersih dan beretika di Indonesia.