Abstrak
Sebagaimana "Smart Book" seri Pertama, 40 Hari Mencari Makna, dan Seri Kedua, 40 Hari Mencari Ilmu, buku ini dibangun dan dimunculkan untuk memenuhi kebutuhan zaman. Apakah di tengah zaman yang sangat cepat berubah, seperti sekarang ini, Tuhan senantiasa masih tetap berada di tengah-tengah kita? Mencari Tuhan di tengah zaman yang serbacepat berubah? Apakah ini berarti proses pencarian akan Tuhan tidak berbeda dengan proses pencarian akan Tuhan pada zaman-zaman silam yang jauh? Apakah juga Tuhan yang dicari memiliki rumusan yang sama dengan Tuhan yang dahulu? Apa kira-kira urensinya mencari Tuhan pada zaman. [Mizan Lingkar Pena, inspirasi, motivasi, Indonesia]