Abstrak
Setelah sempat koma karena pembengkakan pembuluh darah di otak, Rizal harus lebih berhati-hati kalau tidak ingin jiwanya terancam. Seiring berjalannya waktu, Rizal merasa sehat, ia mulai menjalani kehidupan sehari-hari dengan ceria dan bersemangat. Rajin membantu orang tua di rumah dan sawah, juga rajin di sekolah. Semua ia jalani dengan normal layaknya remaja seusianya. Hingga ia tidak menyadari bahwa penyakit itu mulai menggerogoti tubuhnya. Novel ini terinspirasi dari kisah hidup seorang remaja usia 14 tahun yang berjuang melawan pembengkakan pembuluh darah di otaknya selama bertahun-tahun. - Penerbit Jentera Pustaka