Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2017Versi 1

Perjalanan Mengalahkan Waktu

Koleksi Perpustakaan•Qanita•5 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Konon, ada dua perlakuan yang diinginkan oleh nasib. Pertama, menerima. Kedua, melawan. Bayangkanlah, engkau lahir dari keluarga sangat biasa. Ayahmu punya profesi paling ajaib sedunia: pemburu kodok. Ibumu menghabiskan seluruh usianya sebagai perajin emping. Engkau hidup di lingkungan yang sangat biasa dan mudah ditebak jalan hidupnya. Mereka lalu bersekolah hingga lulus SD. Setelah itu, para lelaki akan mengundi nasib sebagai apa saja di kota. Lalu para wanitanya menghabiskan masa muda sebagai perajin emping sambil menunggu dilamar. Percayalah, melawan nasib sedemikian adalah pilihan paling tepat saat segalanya ingin berbenturan dengan keadaan yang serba tak mungkin. Itulah yang dilakukan Ardi. Ia memilih melawan kerangkeng nasib hidupnya: kemiskinan, kejumudan pemikiran, dan kebodohan. Itu yang dia pilih, meskipun sang lawan adalah ayahnya sendiri. Pilihan itu mengantarkan Ardi pada pengalaman-pengalaman paling menakjubkan. Pergulatannya dengan nasib mempertemukannya dengan anak jalanan, lelaki dengan kecenderungan seksual menyimpang, serta perempuan yang diam-diam diidamkan. Pilihan itu pun mengajarinya banyak kegetiran: kekalahan, kelelahan, dan kasih tak sampai. Namun, pilihan juga punya penawar: Bahwa kebahagiaan selalu datang tepat waktu. [Mizan, Qanita, Novel, Memoar, Indonesia]

Kata kunci

Fiction

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Perjalanan Mengalahkan Waktu2017 · oai:ais:library-item:72740

Publikasi terkait