Abstrak
Skripsi ini berjudul Makna Teologi Kontekstual Dalam Tradisi Pergi Tepat Oleh Suku Panai: Konstruksi Relasional Antara Manusia, Lelehur Dan Tuhan Di Kecamatan Silaut Kabupaten Pesisir Selatan. Disusun oleh Yani Purnama Sari NIM 4522013 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi pada tahun 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengkaji secara mendalam mengenai tradisi Pergi Tepat yang dilaksnakan oleh suku Panai. Tradisi ziarah kubur masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, namun praktik ini kerap menimbulkan perbedaan pandangan karena dipahami sebagai warisan budaya, praktik keagamaan, maupun tradisi yang dianggap bertentangan dengan ajaran agama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pelaksanaan tradisi Pergi Tepat, menganalisis relasi antara manusia, leluhur, dan Tuhan, serta mengkajinya melalui perspektif teologi kontekstual Stephen B. Bevans pada masyarakat Suku Panai di Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pergi Tepat merupakan tradisi ziarah kubur yang diwariskan secara turun-temurun melalui tahapan adat yang mengandung nilai penghormatan kepada leluhur, solidaritas sosial, dan penghayatan religius. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi tersebut membentuk relasi triadik antara manusia, leluhur, dan Tuhan, di mana leluhur dipahami sebagai penghubung simbolik yang mengingatkan masyarakat pada sejarah dan identitasnya, sedangkan Tuhan tetap menjadi pusat seluruh doa, harapan, dan penghayatan iman. Perspektif teologi kontekstual Stephen B. Bevans menegaskan bahwa budaya menjadi konteks tempat iman dipahami, dihayati, dan diekspresikan melalui pengalaman hidup masyarakat. Tradisi Pergi Tepat merepresentasikan ekspresi teologi kontekstual yang mengintegrasikan budaya lokal, penghormatan kepada leluhur, dan penghayatan iman kepada Tuhan dalam kehidupan masyarakat Suku Panai.