Abstrak
Riska Marhamah, NIM 4120028, Judul Skripsi: "Tafsir Ayat-Ayat Cinta (Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Mishbah tentang Mahabbah, Mawaddah dan Rahmah)." Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Skripsi ini membahas penafsiran ayat-ayat cinta dalam Al-Qur’an tentang mahabbah, mawaddah dan rahmah melalui studi komparatif antara Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendekatan penafsiran kedua mufassir dalam memahami ayat-ayat cinta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Buya Hamka dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat yang membahas mahabbah, mawaddah dan rahmah, serta mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatakan kualitatif dan menggunakan metode tafsir muqaran (komparatif). Sumber data primer penelitian ini adalah Al-Qur’an, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, dan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Adapun sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, skripsi, dan literatur lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan membandingkan penafsiran kedua mufassir terhadap enam ayat yang mewakili mahabbah, mawaddah dan rahmah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka dan M. Quraish Shihab sama-sama memandang mahabbah, mawaddah dan rahmah sebagai nilai-nilai penting dalam kehidupan manusia sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. Adapun perbedaannya terletak pada pendekatan penafsiran yang digunakan. Buya Hamka lebih menekankan aspek moral dan sosial kemasyarakatan dengan mengaitkan pesan ayat pada kehidupan nyata, sedangkan M. Quraish Shihab lebih menekankan aspek kebahasaan, psikologis dan kontekstual melalui penjelasan makna istilah- istilah Al-Qur’an dan relevansinya dalam kehidupan. Perbedaan tersebut tidak menunjukkan pertentangan makna, melainkan memperkaya khazanah tafsir dan memberikan pemahaman yang lebih utuh terhadap ayat-ayat cinta dalam Al-Qur’an. Kata kunci: Tafsir Ayat-Ayat Cinta, Mahabbah, Mawaddah, Rahmah, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al-Mishbah.