Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Vernakukarisasi Aqidah ASWAJA dalam Materi Sifat Dua Puluh : Studi di Surau Putiah

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Aqidah dan Filsafat Islam•6 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Vernakularisasi Aqidah ASWAJA dalam Materi Sifat Dua Puluh : Studi di Surau Putiah” disusun oleh Iqbal Rizkyka, NIM 4522014, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi pada tahun 2026. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses vernakularisasi Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah (ASWAJA) dalam tradisi pengajian Materi Sifat Dua Puluh di Surau Putiah Taeh Baruah serta menjelaskan bagaimana praktik tersebut merepresentasikan Living Theology dalam kehidupan jamaah. Penelitian dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa konsep-konsep teologis yang bersifat abstrak tidak selalu dipahami secara langsung oleh masyarakat, sehingga memerlukan proses pembumian melalui bahasa, budaya, dan tradisi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan mursyid, khalifah, dan jamaah, serta dokumentasi berupa Materi Sifat Dua Puluh yang digunakan dalam tradisi pengajian Surau Putiah Taeh Baruah. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan perspektif vernakularisasi, Living Theology, dan transmisi pengetahuan dalam tradisi surau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses vernakularisasi berlangsung melalui tiga bentuk utama, yaitu vernakularisasi bahasa, vernakularisasi struktur pengajaran, dan vernakularisasi praktik pembelajaran. Pada aspek bahasa, istilah-istilah teologis diterjemahkan ke dalam bahasa Minangkabau dialek Taeh Baruah, seperti penggunaan istilah Siujuk sebagai padanan sifat Wujud. Pada aspek struktur, Materi Sifat Dua Puluh disusun dalam tiga belas tunggak yang membentuk proses pembelajaran bertahap dan progresif sehingga memudahkan jamaah memahami konsep-konsep aqidah yang abstrak. Adapun pada aspek praktik, proses pembelajaran berlangsung melalui pembacaan bersama, penjelasan guru menggunakan analogi kehidupan sehari-hari, dialog, serta diskusi informal yang memperkuat proses internalisasi ajaran. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa vernakularisasi tidak mengubah substansi Aqidah ASWAJA, melainkan menyesuaikan media dan strategi penyampaiannya agar lebih dekat dengan pengalaman budaya masyarakat. Proses tersebut melahirkan praktik Living Theology yang tercermin dalam meningkatnya pemahaman tauhid, konsistensi jamaah dalam beribadah, semangat mengikuti suluk, serta keberlangsungan transmisi aqidah antargenerasi di Surau Putiah Taeh Baruah.

Kata kunci

Abdul Rahman, Ni Made Wirastika Sari, Fitriani, Mochamad Sugiarto, Sattar, Nurjanna Ladjin Zainal Abidin, Irwanto, Anton Priyo Nugroho, Indriana, and Amtai Alaslan. Eko Haryanto, Ade Putra Ode Amane, Ahmadin. METODE PENELITIAN ILMU SOSIAL. Bandung: WIDINA

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Vernakukarisasi Aqidah ASWAJA dalam Materi Sifat Dua Puluh : Studi di Surau Putiah2026 · oai:ais:skripsi:21579