Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Pembentukan Identitas Baru Gen Z melalui Pondok Pesantren Al-Fatah Nurul Huda di Nagari Koto Gadang Jaya Kecamatan Kinali Kabupaten Pasama Barat

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sosiologi Agama•8 dilihat · 3 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Pembentukan Identitas Baru Gen Z Melalui Pondok Pesantren Al-Fatah Nurul Huda di Nagari Koto Gadang Jaya Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat” yang di susun oleh Septia Eka Putri NIM. 4622007, Pada program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan identitas baru Generasi Z melalui Pondok Pesantren Al-Fatah Nurul Huda di Nagari Koto Gadang Jaya, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Pembentukan identitas Generasi Z menjadi perhatian penting karena mereka tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang memengaruhi cara berpikir, perilaku, serta pola interaksi sosial. Pondok pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang berperan dalam membentuk identitas baru melalui proses pembiasaan, penanaman nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, serta pembentukan karakter yang sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri dari pengurus pondok pesantren, pengajar pondok pesantren, santri, dan masyarakat sekitar. Analisis data dilakukan menggunakan teori praktik sosial Pierre Bourdieu yang meliputi konsep habitus, arena (field), dan modal (capital) untuk memahami proses pembentukan identitas baru Generasi Z melalui lingkungan pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Al-Fatah Nurul Huda berperan penting dalam membentuk identitas baru Generasi Z melalui proses pembiasaan yang berlangsung secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Identitas baru yang terbentuk meliputi identitas religius, yang terlihat dari meningkatnya kedisiplinan dalam beribadah, menghafal Al-Qur'an, serta mengamalkan ajaran Islam; identitas sosial religius, yang tercermin melalui sikap peduli, kerja sama, serta kemampuan berinteraksi dengan masyarakat berdasarkan nilai-nilai Islam; identitas Islami, yang tampak dari perubahan cara berpakaian, akhlak, dan perilaku sesuai syariat Islam; serta identitas pergaulan Islami, yang terlihat melalui penerapan adab dalam berinteraksi, menjaga batas pergaulan, menghormati guru dan orang tua, serta membangun hubungan sosial yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Berdasarkan teori Pierre Bourdieu, pembentukan identitas tersebut terjadi melalui interaksi antara habitus yang dibangun melalui pembiasaan, arena pondok pesantren sebagai ruang sosial, serta modal religius, sosial, budaya, dan simbolik yang dimiliki santri sehingga menghasilkan identitas baru yang religius, disiplin, dan berkarakter Islami.

Kata kunci

Pembentukan Identitas, Generasi Z, Pondok Pesantren, Pierre Bourdieu, Habitus.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pembentukan Identitas Baru Gen Z melalui Pondok Pesantren Al-Fatah Nurul Huda di Nagari Koto Gadang Jaya Kecamatan Kinali Kabupaten Pasama Barat2026 · oai:ais:skripsi:21553