Abstrak
Ketimpangan gender dalam keluarga Muslim masih menjadi persoalan sosial yang menyebabkan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, menjalankan beban ganda sebagai pengurus rumah tangga sekaligus penopang ekonomi keluarga. Fenomena ini terlihat di Gurun Jorong Gobah, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, di mana banyak ibu rumah tangga turut bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, namun tetap memikul tanggung jawab domestik secara penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk ketimpangan gender yang dialami ibu rumah tangga serta faktor-faktor ketimpangan gender yang dialami ibu rumah tangga dalam keluarga muslim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas ibu rumah tangga sebagai penopang ekonomi keluarga dan informan pendukung dari tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan gender yang dialami ibu rumah tangga berupa ketimpangan dalam pembagian peran domestik, beban kerja ganda sebagai pencari nafkah dan pengurus rumah tangga, kurangnya pengakuan terhadap kontribusi ekonomi perempuan, serta dampak kelelahan fisik akibat beban kerja yang tinggi. Faktor penyebabnya meliputi kondisi ekonomi keluarga, budaya patriarki, pandangan masyarakat tentang peran gender, serta pemahaman agama yang menempatkan perempuan sebagai penanggung jawab utama urusan domestik. Disimpulkan bahwa ketimpangan gender masih terjadi dalam keluarga muslim di Gurun Jorong Gobah dan berdampak pada meningkatnya beban kerja perempuan sehingga diperlukan pembagian peran yang lebih adil antara suami dan istri dalam kehidupan keluarga.