Abstrak
Ahmad Anastiar Jefri, NIM 4222008 dengan judul skripsi " Kritik Teologis Terhadap Krisis Lingkungan di Sumatera Dalam Perspektif Hadis," pada Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech Muhammad Djamil Djambek tahun 2026. Krisis lingkungan di Sumatera, seperti deforestasi, kebakaran hutan dan lahan, pencemaran lingkungan, serta eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, telah menimbulkan berbagai kerusakan ekologis dan mengancam keberlangsungan kehidupan manusia maupun makhluk lainnya. Fenomena tersebut tidak hanya mencerminkan persoalan ekologis, tetapi juga menunjukkan adanya krisis moral dan spiritual dalam hubungan manusia dengan alam. Islam melalui Al-Qur’an dan hadis memberikan pedoman mengenai tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hadis-hadis tentang lingkungan dan tanggung jawab ekologis manusia serta merumuskan kritik teologis terhadap krisis lingkungan yang terjadi di Sumatera berdasarkan perspektif Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer berupa hadis-hadis yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan tanggung jawab manusia terhadap alam, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab syarah hadis, buku, serta jurnal ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk memahami kandungan hadis dan relevansinya terhadap persoalan lingkungan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang lingkungan dan tanggung jawab ekologis manusia mengandung prinsip-prinsip teologis yang dimana kritik teologis yang dibangun yaitu hilangnya kesadaran terhadap amanah kekhalifahan, kepemimpinan yang tidak berorientasi pada keadilan ekologis, munculnya kezhaliman ekologis, dan berkembangnya paradigma eksploitasi alam. Oleh karena itu, penyelesaian krisis lingkungan tidak cukup melalui pndekatan hukum, teknologi, dan kebijakan pembangunan, tetapi juga memerlukan revitalisasi nilai-nilai keagamaan agar manusia kembali menjalankan perannya sebagai khalifah yang bertangung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan, keadialan,keberlanjutan,dan kemaslahatan bersama.