Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul" Sistem Upah Buruh Tani Bawang Merah Di Nagari Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Dalam perspektif Ekonomi Islam" yang di susun oleh Annisa Khairina,NIM 3221144, Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis islam Universitas Islam Negri (UIN)Sjech M.Djamil Djambek1448H/2026M. Pembahasan dalam skripsi ini di latar belakangi oleh bagaimana sistem upah buruh tani bawang merah yang diterapkan di Nagari Sungai nanam Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok, bagaimana tinjauan Ekonomi Islam terhadap sistem upah buruh tani bawang merah di Nagari sungai nanam kecamatan lembah Gumanti kabupaten Solok dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sistem upah buruh tani bawang merah yanh diterapkan di Nagari sungai nanam kecamatan lembah Gumanti kabupaten Solok serta untuk mengetahui dan menganalisis Sistem Upah Buruh Tani Bawang Merah di Nagari Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi kepada informan kunci yaitu pemilik lahan, buruh tani, dan tokoh masyarakat.Sumber data terdiri dari data primer yang didapatkan langsung dari lapangan dan data sekunder berupa buku,jurnal,dan dokumen Teknik wawancara dilakukan melalui wawancara, observasi,dan dokumentasi di Nagari Sungai Nanam sebagai objek utama penelitian. Berdasarkan hasil penelitian mengenai sistem upah buruh tani bawang merah di Nagari Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok dalam perspektif ekonomi Islam, Sistem upah buruh tani bawang merah di Nagari Sungai Nanam menggunakan dua bentuk sistem pengupahan, yaitu sistem harian dan sistem borongan. Sistem harian umumnya diterapkan pada pekerjaan seperti penanaman, penyiangan, dan pemeliharaan tanaman, sedangkan sistem borongan digunakan pada pekerjaan tertentu seperti mencangkul dan pembuatan bedengan. Besaran upah yang diterima buruh tani berkisar antara Rp80.000 sampai Rp130.000 tergantung pada jenis pekerjaan, luas lahan yang dikerjakan, dan beban kerja yang dilakukan. Dari perspektif ekonomi Islam, sistem upah buruh tani bawang merah di Nagari Sungai Nanam telah sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi islam.kesepakatan secara lisan tidak sejalan dengan sistem ekonomi islam, menurut fiqih akad itu harus dicatatkan. Tujuannya agar tidak ada pihak yang dirugikan setelah akad.Menurut perspektif ekonomi Islam,perbedaan upah antara laki-laki dan perempuan apabila didasarkan pada perbedaan jenis pekerjaan.