Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Peran partai politik terhadap calon tunggal dalam pemilihan bupati dan wakil Bupati kabupaten Dharmasraya tahun 2024 di tinjau dari perspektif fiqih siyasah dusturiyah

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Tatanegara (siyasah)•9 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Abstrak Skripsi ini berjudul “ Peran Partai Politik Terhadap Calon Tunggal Dalam Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024 Di Tinjau Dari Perspektif Fiqh Siyasah Dusturiyah” yang ditulis oleh Elfira Nurul Fatimah, Nim 1322126, Program Studi Hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena munculnya calon tunggal dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dharmasraya tahun 2024 yang menguji dinamika peran partai politik sebagai pilar demokrasi dalam menyediakan alternatif kepemimpinan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas strategi partai politik dalam proses pencalonan tunggal tersebut, sekaligus mengkaji keseragaman tindakan politik tersebut dengan prinsip-prinsip Fiqh Siyasah Dusturiyah yang mengedepankan kemaslahatan umat, dalam keadilan berdemokrasi, serta keterwakilan rakyat. Berdasarkan hal ini maka penulis ingin mengetahui mengenai peran partai politik terhadap pencalonan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Dharmasraya yang menghasilkan calon tunggal Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode wawancara dan observasi langsung di lapangan, sumber data primer dalam penelitian ini adalah adalah para pimpinan partai politik di Kabupaten Dharmasraya dan politisi, sedangkan sumber sekunder adalah KPU Kabupaten Dharmasraya, Adapun dalam menganalisi data penulis menggunakan metode deskriptif analisis. Berdasarkan hasil peneltian ini mengungkapkan adanya disfungsi kelembagaan partai politik dalam Pilkada Dharmasraya 2024 yang ditandai dengan dominasi sentralisasi keputusan oleh elit pusat (DPP) yang mengamputasi otonomi pengurus daerah melalui mekanisme hak veto rekomendasi. Pragmatisme politik melalui pembentukan koalisi besar dari sembilan partai pemilik kursi DPRD menjadi strategi utama untuk mengamankan kemenangan instan sekaligus meniadakan kompetisi melalui skenario calon tunggal melawan kotak kosong. Fenomena ini diperparah oleh mandeknya fungsi kaderisasi internal yang menggeser orientasi partai dari pengusungan kader berbasis ideologi menjadi personalisasi politik yang sangat bergantung pada kekuatan modalitas finansial, trah politik, dan jejaring elit, hingga berakhir pada sistematisasi penjagalan terhadap upaya pembentukan poros alternatif melalui hambatan administratif dan tekanan politik masif di tingkat pusat.Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa fenomena calon tunggal dalam Pilkada Dharmasraya 2024 merupakan manifestasi dari krisis kelembagaan partai politik yang didominasi oleh sentralisasi kekuasaan elit pusat, pragmatisme mencakup demi kemenangan instan, serta kegagalan fungsi kaderisasi internal

Kata kunci

Partai politik,calon tunggal, fiqh siyasah dusturiyah

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Peran partai politik terhadap calon tunggal dalam pemilihan bupati dan wakil Bupati kabupaten Dharmasraya tahun 2024 di tinjau dari perspektif fiqih siyasah dusturiyah2026 · oai:ais:skripsi:21458

Publikasi terkait