Abstrak
Skripsi ini disusun oleh DELMAYUNI JASMAN dengan NIM 3221165 Program studi strata-1(S1) Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi, Dengan judul skripsi ”Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Terhadap Pengangguran Di Kota Bukittinggi” Pengangguran masih menjadi masalah penting dalam pembangunan ekonomi di Kota Bukittinggi. Selama ini pertumbuhan ekonomi yang diukur dari PDRB dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diharapkan mampu menekan pengangguran. Namun kenyataannya berbeda, sebab PDRB meningkat tetapi pengangguran justru ikut naik, begitu pula IPM yang terus membaik dari 78,02 menjadi 82,61 belum mampu menurunkan angka pengangguran. Kondisi ini bertolak belakang dengan teori ekonomi yang umum digunakan, sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan IPM terhadap pengangguran di Kota Bukittinggi, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder time series dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi periode 2014–2025. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS versi 26, didahului uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas), kemudian dilanjutkan uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran (t hitung 2,599; signifikansi 0,043), begitu pula IPM (t hitung 2,802; signifikansi 0,038). Namun secara simultan, kedua variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran (F hitung 2,113; signifikansi 0,139), dengan R Square hanya 0,123, artinya kedua variabel hanya menjelaskan 12,3% variasi pengangguran, sedangkan 87,7% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kota Bukittinggi belum diikuti penyerapan tenaga kerja yang optimal (jobless growth), dan peningkatan IPM belum sejalan dengan penurunan pengangguran akibat ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha (job- education mismatch). Penelitian ini merekomendasikan agar Pemerintah Kota Bukittinggi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja (pro-job growth) serta memperkuat sinergi pendidikan dan dunia usaha.