Abstrak
Skripsi ini atas nama SITI AMALIA NUR AMALIA NUR ADZANI, NIM 4322032, yang berjudul “AKTIVITAS DAKWAH TAREKAT NAQSABANDIYAH DI SURAU SULUK NURUL HAQ KELURHAN TANJUNG PAUH KOTA PAYAKUMBUH”, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Aktivitas dakwah Tarekat Naqsabandiyah di Surau Suluk Nurul Haq Kelurahan Tanjung Pauh Kota Payakumbuh yang dipimpin oleh Buya Syekh Mudo Harnizon Nahar menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman antara pengikut tarekat dengan masyarakat sekitar. Masyarakat menganggap ajaran tarekat sebagai ajaran yang sesat dan kuno disaat zaman sudah semakin maju. Pandangan tersebut muncul karena beberapa ajaran tarekat yang tidak sesuai dengan pemahamannya, seperti praktik tahlil yang disertakan dengan gerakan-gerakan tertentu, sehingga tubuh pengikut tarekat bergetar sangat kuat. Aktivitas ini dipahami masyarakat sebagai sesuatu yang aneh dan berbeda dengan ajaran keagamaannya. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab pengikut tarekat bukanlah masyarakat sekitar, melainkan masyarakat pendatang dari luar daerah yang didominasi oleh kalangan lanjut usia serta tidak ditemukan keterlibatan generasi muda pada tarekat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri dari pimpinan surau, khalifah dan mursyid, serta jamaah Tarekat Naqsabandiyah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Hubermen yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dakwah Tarekat Naqsabandiyah di Surau Suluk Nurul Haq dilaksanakan secara rutin melalui berbagai bentuk kegiatan keagamaan. Adapun bentuk dakwah yang dilakukan ialah, pertama dakwah Bil-Lisan terdiri dari wirik godang, ngaji kapiat, dan memperingati hari besar Islam. Kedua, dakwah Bil-Hal berupa mandi taubat, tawajjuah, suluk, kalua duo puluah, dan ziarah kubur. Ketiga, dakwah Bil-Kalam berupa tambah kaji dan catatan ngaji kapiat. Selain itu, jamaah juga merasakan berbagai efek setelah mengikuti Tarekat Naqsabandiyah, yaitu efek kognitif, terlihat dari meningkatnya ilmu pengetahuan dan pemahaman jamaah terutama mengenai ajaran tarekat. Kedua, efek afektif ditunjukkan dengan munculnya ketenangan hati (muthmainnah) sehingga jamaah tidak lagi merasakan kegelisahan dalam menjalani kehidupan didunia karena merasa dekat dengan Allah SWT. Ketiga, efek behavioral ditunjukkan dengan meningkatnya kedisiplinan jamaah dalam beribadah serta sikap yang lebih baik dalam menjaga perilaku dan ucapan.